10 Sahabat yang Dijamin Masuk
Surga
Mon, Mar 9, 2009
Manaqib, Sahabat Rasul
Mon, Mar 9, 2009
Manaqib, Sahabat Rasul
Sahabat Rasulullah SAW yang
dijamin masuk surga berdasarkan hadits berikut: Tercatat dalam “ARRIYADH
ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH“ dari sahabat Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah masuk
ke rumah Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar kabar
gembira?” Aisyah menjawab : “Tentu, ya Rasulullah.” Lalu Nabi SAW bersabda,
”Ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu
masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim; Umar masuk surga dan kawannya Nuh;
Utsman masuk surga dan kawannya adalah aku; Ali masuk surga dan kawannya adalah
Yahya bin Zakariya; Thalhah masuk surga dan kawannya adalah Daud; Azzubair
masuk surga dan kawannya adalah Ismail; Sa’ad masuk surga dan kawannya adalah
Sulaiman; Said bin Zaid masuk surga dan kawannya adalah Musa bin Imran;
Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya adalah Isa bin Maryam; Abu Ubaidah
ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya adalah Idris Alaihissalam.”
Kisah singkat 10 Sahabat
1. Abu Bakar bin Abi Qohafah (Assiddiq), adalah seorang Quraisy dari
kabilah yang sama dengan Rasulullah, hanya berbeda keluarga. Bila Abu Bakar
berasal dari keluarga Tamimi, maka Rasulullah berasal dari keluarga Hasyimi.
Keutamaannya, Abu Bakar adalah seorang pedagang yang selalu menjaga kehormatan
diri. Ia seorang yang kaya, pengaruhnya besar serta memiliki akhlaq yang mulia.
Sebelum datangnya Islam, beliau adalah sahabat Rasulullah yang memiliki
karakter yang mirip dengan Rasulullah. Belum pernah ada orang yang menyaksikan
Abu Bakar minum arak atau pun menyembah berhala. Dia tidak pernah berdusta.
Begitu banyak kemiripan antara beliau dengan Rasulullah sehingga tak heran
kemudian beliau menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah wafat. Rasulullah
selalu mengutamakan Abu Bakar ketimbang para sahabatnya yang lain sehingga
tampak menojol di tengah tengah orang lain.
“Jika ditimbang keimanan Abu
Bakar dengan keimanan seluruh ummat niscaya akan lebih berat keimanan Abu
Bakar. ”(HR. Al Baihaqi)
Al Qur’an pun banyak
mengisyaratkan sikap dan tindakannya seperti yang dikatakan dalam firmanNya, QS
Al Lail 5-7, 17-21, Fushilat 30, At Taubah 40. Dalam masa yang singkat sebagai
Khalifah, Abu Bakar telah banyak memperbarui kehidupan kaum muslimin, memerangi
nabi palsu, dan kaum muslimin yang tidak mau membayar zakat. Pada masa
pemerintahannya pulalah penulisan AlQur’an dalam lembaran-lembaran dimulai.
2. Umar Ibnul Khattab, ia berasal dari kabilah yang sama dengan
Rasulullah SAW dan masih satu kakek yakni Ka’ab bin Luai. Umar masuk Islam
setelah bertemu dengan adiknya Fatimah daan suami adiknya Said bin Zaid pada
tahun keenam kenabian dan sebelum Umar telah ada 39 orang lelaki dan 26 wanita
yang masuk Islam. Di kaumnya Umar dikenal sebagai seorang yang pandai
berdiskusi, berdialog, memecahkan permasalahan serta bertempramen kasar.
Setelah Umar masuk Islam, da’wah kemudian dilakukan secara terang-terangan,
begitupun di saat hijrah, Umar adalah segelintir orang yang berhijrah dengan
terang-terangan. Ia sengaja berangkat pada siang hari dan melewati gerombolan
Quraisy. Ketika melewati mereka, Umar berkata, ”Aku akan meninggalkan Mekah dan
menuju Madinah. Siapa yang ingin menjadikan ibunya kehilangan putranya atau
ingin anaknya menjadi yatim, silakan menghadang aku di belakang lembah ini!”
Mendengar perkataan Umar tak seorangpun yang berani membuntuti apalagi mencegah
Umar. Banyak pendapat Umar yang dibenarkan oleh Allah dengan menurunkan
firmanNya seperti saat peristiwa kematian Abdullah bin Ubay (QS 9:84), ataupun
saat penentuan perlakuan terhadap tawanan saat perang Badar, pendapat Umar
dibenarkan Allah dengan turunnya ayat 67 surat Al Anfal.
Sebagai khalifah, Umar adalah
seorang yang sangat memperhatikan kesejahteraan ummatnya, sampai setiap malam
ia berkeliling khawatir masih ada yang belum terpenuhi kebutuhannya, serta
kekuasaan Islam pun semakin meluas keluar jazirah Arab.
3. Utsman bin Affan, sebuah Hadits yang menggambarkan pribadi
Utsman : “Orang yang paling kasih sayang diantara ummatku adalah Abu Bakar, dan
paling teguh dalam menjaga ajaran Allah adalah Umar, dan yang paling bersifat
pemalu adalah Utsman. (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, At Tirmidzi) Utsman
adalah seorang yang sangat dermawan, dalam sebuah persiapan pasukan pernah
Utsman yang membiayainya seorang diri. Setelah kaum muslimin hijrah, saat kesulitan
air, Utsmanlah yang membeli sumur dari seorang Yahudi untuk kepentingan kaum
muslimin. Pada masa kepemimpinannya Utsman merintis penulisan Al Qur’an dalam
bentuk mushaf, dari lembaran-lembaran yang mulai ditulis pada masa pemerintahan
Khalifah Abu Bakar.
4. Sahabat berikutnya adalah Ali bin Abi Thalib, pemuda pertama
yang masuk Islam, ia yang menggantikan posisi Rasulullah di tempat tidurnya
saat beliau hijrah, Ali yang dinikahkan oleh Rasulullah dengan putri
kesayangannya Fatimah, Ali yang sangat sederhana kehidupannya.
5. Sahabat kelima yang oleh Rasulullah dijamin masuk surga adalah
Thalhah bin Ubaidillah yang pada Uhud terkena lebih dari tujuh puluh
tikaman atau panah serta jari tangannya putus. Namun Thalhah yang berperawakan
kekar serta sangat kuat inilah yang melindungi Rasulullah disaat saat genting,
beliau memapah Rasulullah yang tubuhnya telah berdarah menaiki bukit Uhud yang
berada di ujung medan pertempuran saat kaum musyrikin pergi meninggalkan medan
peperangan karena mengira Rasulullah telah wafat. Saat itu Thalhah berkata
kepada Rasulullah, ”Aku tebus engkau ya Rasulullah dengan ayah dan ibuku.” Nabi
tersenyum seraya berkata, ”Engkau adalah Thalhah kebajikan.” Sejak itu Beliau
mendapat julukan Burung Elang hari Uhud. Rasulullah pernah berkata kepada para
sahabatnya, ”Orang ini termasuk yang gugur dan barang siapa yang senang melihat
seorang yang syahid berjalan di muka bumi maka lihatlah Thalhah.”
6. Azzubair bin Awwam, sahabat yang berikutnya, adalah sahabat
karib dari Thalhah. Beliau muslim pada usia lima belas tahun dan hjrah pada
usia delapan belas tahun, dengan siksaan yang ia terima dari pamannya sendiri.
Kepahlawanan Azzubair ibnul Awwam pertama terlihat dalam Badar saat ia
berhadapan dengan Ubaidah bin Said Ibnul Ash. Azzubair ibnul Awwam berhasil
menombak kedua matanya sehingga akhirnya ia tersungkur tak bergerak lagi, hal
ini membuat pasukan Quraisy ketakutan.
Rasulullah sangat mencintai
Azzubair ibnul Awwam beliau pernah bersabda, ”Setiap nabi memiliki pengikut
pendamping yang setia (hawari), dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam.”
Azzubair ibnul Awwam adalah suami Asma binti Abu Bakar yang mengantarkan
makanan pada Rasul saat beliau hijrah bersama ayahnya. Pada masa pemerintahan
Umar, saat panglima perang menghadapi tentara Romawi di Mesir Amr bin Ash
meminta bala bantuan pada Amirul Mu’minin, Umar mengirimkan empat ribu prajurit
yang dipimpin oleh empat orang komandan, dan ia menulis surat yang isinya, ”Aku
mengirim empat ribu prajurit bala bantuan yang dipimpin empat orang sahabat
terkemuka dan masing-masing bernilai seribu orang. Tahukah anda siapa empat
orang komandan itu? Mereka adalah Ubadah ibnu Assamit, Almiqdaad ibnul Aswad,
Maslamah bin Mukhalid, dan Azzubair bin Awwam.” Demikianlah dengan izin Allah,
pasukan kaum muslimin berhasil meraih kemenangan.
7. Adalah Abdurrahman bin Auf, yang disebutkan berikutnya, adalah
seorang pedagang yang sukses, namun saat berhijrah ia meninggalkan semua harta
yang telah ia usahakan sekian lama. Namun saat telah di Madinahpun beliau
kembali menjadi seorang yang kaya raya, dan saat beliau meninggal, wasiat
beliau adalah agar setiap peserta perang Badar yang masih hidup mendapat empat
ratus dinar, sedang yang masih hidup saat itu sekitar seratus orang, termasuk
Ali dan Utsman. Beliaupun berwasiat agar sebagian hartanya diberikan kepada
ummahatul muslimin, sehingga Aisyah berdoa: “Semoga Allah memberi minum
kepadanya air dari mata air Salsabil di surga.”
8. Sahabat yang disebutkan berikutnya adalah Saad bin Abi Waqqash,
orang pertama yang terkena panah fisabilillah, seorang yang keislamannya sangat
dikecam oleh ibunya, namun tetap tabah, dan kukuh pada keislamannya.
9. Said bin Zaid, adik ipar Umar, adalah orang yang dididik oleh
seorang ayah yang beroleh bihayah Islam tanpa melalui kitab atau nabi mereka
seperti halnya Salman Al Farisi, dan Abu Dzar Al Ghifari. Banyak orang yang
lemah berkumpul di rumah mereka untuk memperoleh ketenteraman dan keamanan,
serta penghilang rasa lapar, karena Said adalah seorang sahabat yang dermawan
dan murah tangan.
10. Nama terakhir yang meraih jaminan surga adalah Abu Ubaidah Ibnul
Jarrah, yang akhirnya terpaksa membunuh ayahnya saat Badar, sehingga Allah
menurunkan QS Al Mujadilah : 22. Begitupun dalam perang Uhud, Abu Ubaidahlah
yang mencabut besi tajam yang menempel pada kedua rahang Rasulullah, dan dengan
begitu beliau rela kehilangan giginya. Abu Ubaidah mendapat gelar dari
Rasulullah sebagai pemegang amanat ummat, seperti dalam sabda beliau :
“Tiap-tiap ummat ada orang pemegang amanat, dan pemegang amanat ummat ini
adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah.”

0 Komentar