Jika tidak ada halang
melintang, beberapa waktu lagi Riau kembali mencatatkan sejarah pemangku tampuk
kepemimpinan bumi Melayu ini. Salah satu putra terbaik Melayu bernama Syamsuar
dipercaya rakyat Riau untuk memikul amanah yang berat ini dipundaknya. Besar
harapan kami sebagai budak-budak Melayu Riau kepada Bapak Syamsuar untuk
membangun Riau kearah yang lebih baik dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan ,
pelastarian kebudayaan Melayu dan lain sebagainya. Kepercayaan yang kami berikan
kepada beliau bukanlah tanpa alasan. Kami bisa melihat bagai mana keberhasilan
beliau membangun Negri Istana menjadi salah satu kabupaten yang maju terutama
dibidang wisata berbasis kebudayaan Melayu dan penerapan Perda syariah. Berdasarkan
hasil dari KPU Riau pasangan Pak Syamsuar dan Edi Natar unggul dari ketiga
calon pasanganan lainnya. Pasangan dengan nomor urut satu ini mendapatkan lebih
dari 38% suara.
Sebagai anak jati
Melayu asli, kami tentu tidak ingin sejarah kelam Gubri sebelumnya terulang.
Kami tidak mau lagi Gubri terjerat kedalam kasus apapun. Kami sudah bosan
dipimpin PLT Gubri karena Gubri ditangkap KPK. Ditangkapnya Gubri merupakan hal
yang bisa menjatuhkan marwah Riau. Gubri merupakan orang yang didahulukan
selangkah ditinggikan seranting. Kami mau orang yang kami tinggikan seranting
dan dahulukan selangkah itu menjadi cerminan orang asing terhadap tuah dan
marwah orang Melayu. Secara pribadi saya memiliki beberapa harapan kepada bapak
Syamsuar. Diantara harapan saya adalah:
1.
Masalah karhutla
Masalah
kebakaran hutan dan lahan di Riau menjadi masalah klasik yang terus berulang
setiap tahun. Setiap tahun juga hampir bisa dipastikan masyarakat Riau
menghirup asap. Akibat asap ini banyak sekolah diliburkan dan pelayanan publik
terganggu. Saya berharap Pak Syamsuar bergerak cepat untuk menyelesaikan
masalah ini yang bermuara pada RTRW Riau yang entah bagai mana kabar
kejelasannya sekarang. Kami berharap Gubri yang baru bertindak tegas dengan
mencabut izin perusahaan yang melanggar. Dengan demikian, jika RTRW jelas dan
perizinan pada perusahaan diperketat diharapkan karhutla bisa dikurangi
sukur-sukur bisa dihilangkan dibumi Melayu.
2.
Pengembangan sektor wisata berbasis
kebudayaan Melayu
Banyak
wisata bagus di Riau belum terkelola dengan baik. Kendalanya adalah kurangnya
promosi dan kurangnya fasilitas mendukung ditempat pariwisata tersebut. Riau
juga dikenal dengan kekentalan budaya Melayu-Nya. Jika Gubri bisa merangkul
pihak-pihak yang berkompeten, pengkombinasian sektor wisata dengan kebudayaan
Melayu akan menjadi potensi sumber pendapatan daerah yang luar biasa. Selain
itu juga, pencapaian visi Riau 2020 menjadi pusat kebudayaan Melayu hanya
menunggu waktu untuk terwujud. Namun sebaliknya, jika Gubri tidak mampu
mengelola potensi ini, visi Riau 2020 hanya akan menjadi cerita dongeng sebelum
tidur dan mimpi disiang bolong.
3.
Pembukaan lapangan kerja
Riau
salah satu provinsi kaya yang banyak mengantarkan duit Ke Jakarta untuk
membangun Indonesia. Di Riau juga banyak perusahaan perkebunan. Namun sayang,
semua kekayaan itu belum banyak menyentuh orang Melayu. Pengangguran di Riau
juga masih tinggi. Diharapkan Gubri bisa mengatasi masalah ini.
4.
Perda syarih
Budaya
Melayu di identik dengan dengan Islam. Budayawan Melayu Alm. Datuk Tenas
Effendy pernah mengatakan bahwa salah satu ciri orang Melayu itu adalah
beragama Islam. Maka dengan demikian penerapan perda syariah dibumi Melayu
adalah harga mati yang seharusnya tidak bisa ditawar lagi. Salah satu alasan
kami memberikan amanah jabatan gubernur ini kepada Pak Syamsuar adalah
keberhasilan beliau merepakan perda zakat di Siak. Besar harapan saya secara
pribadi Pak Syamsuar bisa melakukan hal yang sama untuk Riau. Harapan saya ini insyAllah
tidak bertepuk sebelah tangan. Ketika acara panen kurma dihalaman Masjid Raya
An Nur beberapa waktu lalu yang juga dihadiri olah Tuan Guru Ustadz Abdul
Somad, wakil wali kota Ayat Cahyadi dan Pak Syamsuar dalam sambutan singkatnya,
beliau mengatakan sudah siap menjalankan amanah dari masyarakat Riau dan
meningkatkan pendapatan zakat Riau. Selain dari zakat, saya juga berharap
kepada pak Syamsuar bisa mengeluarkan dan menerapkan wajib menutup aurat
terutama di tempat-tempat umum seperti kantor pemerintahan, pusat belanja,
tempat rekreasi, jalanan dan tempat lainnya yang banyak orang berkumpul.
Kita tentu menyadari
bahwa Gubernur bukanlah manusia super yang bisa merubah dan mewujudkan sesuatu
hal dalam sekejap mata. Mari kita sama-sama mendukung dan berdoa agar Gubernur
kita yang baru bisa membawa Riau kembali terbilang.

0 Komentar