BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peilaku siswa-siswi usia sekolah saat
ini sangat beraggam. Salah satu perilakunya adalah anak-anak yang sangat sulit
diatur, tidak bisa diam dan seolah-olah tidak memperhatikan pelajaran di kelas.
Anak-anak tersebut biasanya mengalami gangguan dalam perkembangan yaitu
gangguan hiperkinetik yang secara luas di masayarakat disebut sebagai anak
hiperaktif. Anak berkebutuhan khusus
(ABK ) merupakan anak yang menandakan adanyan kelainan khusus. Anak
berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbedaa antara yang satu dan
yang lainnya. di negara Indonesia, anak berkebutuhan khusus yang mempunyai
gangguan perkembangan dan telah diberikan layanan antara lain adalah anak
dengan ADHD. ADHD adalah singkatan dari Attention
Deficit Hyperactivity Disorder, suatu kondisi yang pernah dikenal
sebagai Attention Deficit Disorder (sulit memusatkan perhatian).
Anak hiperkatif adalah anak yang
mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan hiperkinetik. Dahulu kondisi ini
sering disebut minimal brain dysfunction
syndrome. Terhadap kondisi siswa yang demikina, biasanya para guru sangat
susah mengatur dan mendidiknya. Disamping karena keadaan dirinya yang sangat
sulit untuk tenang, juga karena anak hiperaktif sering mengganggu orang lain,
suka memotong pembicaraan guru atau teman, dan mengalami kesulitan dalam
memahami sesuatu yang diajarkan guru kepadanya. Selain itu juga, prestasi
belajarn anak hiperaktif juga tidak bisa maksimal. Untuk itulah dibutuhkan
suatu pendekatan untuk membantu anak-anak hiperaktif tersebut supaya mereka dapat
memaksimalkan potensi diri dan meningkatkan prestasinya. Pendekatan ini yaitu
dengan pendekatan yang dilalukan oleh lingkungan keluarga sendiri yaitu
bimbingan oleh orang tua dan oendekatan dari sekolah yaitu bimbingan konseling
berupa layanan atau treatment yang sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga dengan
demikian, diharapkan setiap anak akan memperoleh haknya untuk mendapatkan
pendidikan yang terbaik tanpa terkecuali, karena pengajaran yang diberikan
telah disesuaikan dengan kemampuan dan kesulitan yang dimilikinya.
A.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan uraian yang telah
dikemukakan dilatar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dari makalah
ini adalah agar kita semua tahu penjelasan tentang ADHD diantaranya :
1. Definisi
ADHD
2.
Patogenesis / Faktor Penyebab
ADHD
3.
Kriteria dan Karakteristik
4.
Tipe ADHD
5.
Terapi pada anak ADHD
B.
TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini
adalah untuk mengetahui apa saja penjelasan dari ADHD itu sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
ADHD
ADHD merupakan kependekan dari Attention Deficit Hyperactivity
Disorder, dimana Attention = perhatian, Deficit = berkurang, Hyperactivity
= hiperaktif, dan Disorder = gangguan. Atau dalam bahasa Indonesia, ADHD berarti gangguan pemusatan perhatian disertai
hiperaktivitas.Sebelumnya, pernah ada istilah ADD, kependekan
dari Attention Deficit Disorder yang berarti gangguan pemusatan
perhatian.
Istilah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
merupakan istilah yang sering muncul pada dunia medis yang belakangan ini gencar
pula diperbincangkan dalam dunia pendidikan dan psikologi.Istilah ini
memberikan gambaran tentang suatu kondisi medis yang disahkan secara
internasional mencakup disfungsi otak, di mana individu
mengalami kesulitan dalam mengendalikan impuls, penghambat perilaku,
dan tidak mendukung rentang perhatian atau rentang perhatian mudah
teralihkan. Jika hal ini terjadi pada seorang anak dapat menyebabkan
berbagai kesulitan belajar, kesulitan berperilaku, kesulitan sosial,
dan kesulitan-kesulitan lain yang kait-mengait.
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity
Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas
anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan
berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan
tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau
sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka
meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.
Beberapa Definisi Pengertian ADHD :
·
Gangguan perilaku neurobiologis
yang ditandai dengan tingkat inatensi yang berkembang tidak sesuai
dan bersifat kronis dan dalam beberapa kasus disertai hiperaktivitas.
·
Gangguan biokimia kronis dan
perkembangan neurologis yang mempengaruhi kemampuan
seseorang untukmengatur dan mencegah perilaku serta mempertahankan
perhatian pada suatu tugas .
·
Inefisiensi neurologis pada
area otak yang mengontrol impuls dan pada pusat pengambilan keputusan (regulasi
dan manajemen diri).
Dengan demikian Attention
Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dapat disimpulkan sebagai
gangguan aktivitas dan perhatian (gangguan hiperkinetik) adalah suatu gangguan
psikiatrik yang cukup banyak ditemukan dengan gejala utama inatensi (kurangnya
perhatian), hiperaktivitas, dan impulsivitas (bertindak tanpa dipikir) yang
tidak konsisten dengan tingkat perkembangan anak, remaja, atau
orang dewasa.
Menurut
DSM-IV definisi ADHD sendiri adalah sebagai berikut:
1.
memenuhi 6 atau lebih gejala
kurangnya pemusatan perhatian paling tidak selama 6 bulan pada tingkat
menganggu dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan;
2. memenuhi
6 atau lebih gejala hiperaktivitas-impulsivitas paling tidak selama 6 bulan
pada tingkat menganggu dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan.
B.
Patogenesis / Faktor
Penyebab ADHD
Beberapa
penelitian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dari ADHD. Seperti halnya
dengan gangguan perkembangan lainnya (autisme).
Adapun factor penyebab dari ADHD diantaranya yaitu :
1.
Faktor lingkungan/psikososial
a. Konflik keluarga.
b. Sosial ekonomi keluarga yang tidak
memadai.
c. Jumlah keluarga yang terlalu besar.
f.
Anak yang diasuh di penitipan anak.
g. Riwayat
kehamilan dengan eklampsia, perdarahan antepartum, fetal distress,
bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, ibu merokok saat hamil, dan alkohol.
2.
Faktor genetik
3.
Gangguan otak dan metabolisme
c. Gangguan fungsi astrosit dalam
pembentukan dan penyediaan laktat serta gangguan
fungsi oligodendrosit.
Beberapa
teori yang sering dikemukakan adalah hubungan antara neutranmiter dopamine dan
epinefrina. Teori faktor genetik, beberapa penelitian dilakukan bahwa pada keluarga penderita,
selalu disertai dengan penyakit yang sama setidaknya satu orang dalam keluarga
dekat. Orang tua dan saudara penderita ADHD memiliki risiko hingga 2- 8 x
terdapat gangguan ADHD. Teori lain menyebutkan adanya gangguan disfungsi
sirkuit neuron di otak yang dipengaruhi oleh berbagai gangguan
neurotransmiter sebagai pengatur gerakan dan kontrol aktivitas diri.
4.
Faktor risiko yang
meningkatkan terjadinya ADHD
·
Kurangnya deteksi dini
·
Gangguan pada masa
kehamilan (infeksi, genetic,
keracunan obat, alkohol,
dan rokok,
serta stress psikogenik)
·
Gangguan pada masa
persalinan (premature, postmatur,
hambatan persalinan, induksi,
kelainan persalinan)
C.
Kriteria dan Karakteristik
1. Kriteria ADHD
Menurut
American Psychiatric Association's diagnostik dan statistik Manual-IV, teks
revisi (DSM-IV-TR) kriteria untuk ADHD, ADHD dapat didiagnosis berdasarkan jumlah
gejala hiperaktif impulsif dan kurangnya perhatian.
a) Didominasi enam atau lebih gejala
kurangnya perhatian sekarang lebih dari enam bulan pada titik yang "tidak
pantas untuk tingkat perkembangan".
·
Kurangnya perhatian.
·
Kurangnya perhatian terhadap tugas dan kegiatan bermain.
·
Tidak mendengarkan bila diajak bicara.
·
Tidak mengikuti petunjuk.
·
Tidak dapat mengatur kegiatan.
·
Kurangnya minat dalam kegiatan yang membutuhkan usaha
mental.
·
Kehilangan hal-hal yang diperlukan untuk kegiatan dan tugas.
·
Mudah terganggu.
·
Pelupa.
b) Didominasi hiperaktif-impulsif-enam
atau lebih gejala hiperaktif impulsif hadir selama enam bulan di titik yang
"mengganggu tidak pantas untuk tingkat perkembangan".
·
Hiperaktif-
a. Fidgets atau squirms.
b. Sering bangkit ketika diminta untuk duduk.
c. Berlebihan menjalankan, pendakian
dan gerakan.
d. Kesulitan dengan bermain dan
kegiatan santai.
e. Sering "di perjalanan"
seolah-olah "digerakkan oleh motor".
f. Excessive berbicara.
·
Impulsif-
g. Blurting komentar dan jawaban sebelum pertanyaan selesai.
h. Kesulitan menunggu giliran
seseorang.
i.
Kebiasaan mengganggu percakapan.
Kriteria
lain diantaranya :
·
Gejala (beberapa) hadir sebelum usia 7.
·
Gejala hadir di lebih dari satu lingkungan (misalnya
sekolah, taman bermain dan rumah).
·
Gejala-gejala yang mempengaruhi kinerja sosial, kerja dan
sekolah.
·
Tidak ada lain psikiatri atau psikologis penyakit seperti
Pembangunan Disorder, gangguankecemasan, gangguan kepribadian, kepribadian
gangguan atau skizofrenia dapat menjelaskan gejala
Berdasarkan
gejala ini lebih dari enam bulan :
·
Jenis ADHD dikombinasikan didiagnosis jika ada kehadiran
kedua kriteria a dan b
·
Jenis ADHD didominasi lalai jika a dipenuhi tapi b bukan.
·
ADHD didominasi jenis hiperaktif
impulsif
jika kriteria b bertemu tetapi adalah tidak.
2.
Karakteristik ADHD
Adapun
kriteria diagnostik Attention
Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)menurut DSM IV-TR (dalam APA, 2000)
adalah sebagai berikut :
a) Meliputi gejala pada nomor a atau b,
sebagai berikut:
1. ADHD dengan ciri-ciri dominan inattention
adalah jika terdapat 6 atau lebih gejala-gejala inattention yang sedikitnya terjadi selama 6 bulan yang bersifat
maladaptive dan tidak sesuai
dengan taraf kemampuannya.
Adapun ciri-ciri inattention
tersebut adalah:
·
Sulit berkonsentrasi terhadap detail atau melakukan
kesalahan akibat kecerobohan baik di sekolah atau aktivitas lain.
·
Tidak mengikuti instruksi dan gagal dalam menyelesaikan
tugasnya di sekolah.
·
Sulit mengorganisasikan tugas dan aktivitas.
·
Perhatian mudah terpecah bila ada rangsangan lain.
2.
ADHD dengan ciri-ciri dominan pada hyperactivity-impulsivity
adalah jika 6 atau lebih gejala hyperactivity-impulsivity terjadi
sedikitnya selama 6 bulan yang bersifat maladaptive dan tidak sesuai
dengan taraf kemampuannya.
Adapun
ciri-ciri hyperactivity adalah:
·
Bermain terus dengan tangannya seperti mengetuk-ngetuk jari
tangan di meja atau kaki saat duduk.
·
Tidak bisa duduk lama dengan tenang.
·
Selalu bergerak sehingga terkesan tidak kenal lelah.
·
Bicara berlebihan.
Adapun ciri-ciri impulsivityadalah
sebagai berikut:
·
Terlalu cepat menjawab, seperti menjawab pertanyaan saat
pertanyaan belum selesai disampaikan.
·
Sulit menunggu giliran.
·
Sering menganggu atau menginterupsi orang lain, seperti
menganggu dengan ikut campur kegiatan orang lain tanpa diminta.
b) Beberapa gejala hyperactivity-impulsivity
atau inattentionsudah terjadi sebelum usia 7 tahun.
c) Gejala-gejala di atas tersebut
terjadi dalam 1 atau lebih situasi, misalnya di sekolah, di rumah atau
lingkungan sosial.
d) Secara signifikan menghambat fungsi
sosial, akademis dan pekerjaan.
e) Gejala yang terjadi bukan karena Pervasive
Developmental Disorder, Psikotik, Skizophrenia dan bukan gangguan mental
lainnya, seperti gangguan mood, gangguan kecemasan, gangguan disosiatif atau
gangguan kepribadian.
Menurut
DSM IV, kriteria diagnostik dari Attentional Deficit Disorder With
Hyperactivity Disorder(ADHD), sebagai berikut :
KRITERIA DIAGNOSTIKATTENTIONAL
DEFICIT DISORDER WITH HYPER ACTIVITY(ADHD)
|
Kriteria ADHD
|
Checklist
|
|
A.
IN ATTENTION.
Paling tidak
ada 3 dari dibawah ini
-
Sering gagal menyelesaikan sesuatu
-
Sering seperti tidak mendengarkan
-
Sulit konsentrasi pada tugas yang butuh perhatian
-
Pikiran mudah kacau
-
Sulit melibatkan diri dalam kegiatan bermain.
|
|
|
B.
IMPULSIVITAS.
Paling tidak
ada 3 dari di bawah ini
-
Sering bertindak sebelum berpikir
- Mudah beralih dari satu aktivtas ke aktivitas yang
lain
-
Sulit melakukan organisasi kerja
-
Butuh pengawasan dari orang lain
-
Sering dihukum di kelas
-
Sulit menunggu giliran dalam permainan kelompok.
|
|
|
C.
HYPERACTIVITY.
Paling tidak
ada 2 dari di bawah ini
-
Berlari-larian, memanjat secara berlebihan
-
Sulit duduk tenang/ gelisah berlebihan
-
Sulit diam
-
Selama tidur banyak bergerak
-
Selalu dalam keadaan siap bergerak / bertindak seperti digerakkan motor
|
|
|
D.
Tenggang waktu 6 bulan
|
|
|
E.
Muncul sebelum usia 7 tahun.
|
|
|
F.
Bukan Schizophren, Affective Disorders atau MR
|
D. Tipe ADHD
Sekarang ini anak ADHD dibedakan ke dalam tiga tipe. Pertama, Tipe
ADHD gabungan,. Kedua tipe ADHD kurang memperhatikan dan hiperaktif implusif.
Ketiga, tipe ADHD hiperaktif implusif.
1. Tipe ADHD
gabungan
Untuk megetahui ADHD tipe ini, dapat dideteksi oleh adanya paling
sedikit 6 diantara 9 kriteria untuk perhatian, ditambah paling sedikit 6 di
antara 9 kriteria untuk hiperaktivitas implusifitas. Munculnya enam gejala
tersebut berkali-kali sampai dengan tingkat yang signifikan disertai adanya
beberapa bukti, antara lain sebagai berikut.
·
Gejala-gejala tersebut tampak sebelum anak
mencapai usia 7 tahun.
·
Gejala-gejala diwujudkan pada paling sedikit dua
setting yang berbeda.
·
Gejala yang muncul menyebabkan hambatan yang
signifikan dalam kemampuan akademik.
·
Gangguan ini tidak dapat dijelaskan dengan
lebih baik oleh kondisi psikologi atau psikiatri lainnya.
2. Tipe ADHD kurang
memerhatikan dan Tipe ADHD hiperaktif implusif
Untuk mengetahui ADHD tipe ini, dapat didiagnosis oleh adanya
paling sedikit 6 di antara 9 gejala untuk 'perhatian' dan mengakui bahwa
individu-individu tertentu mengalami sikap kurang memerhatikan yang mendalam
tanpa hiperaktivitas / implusifitas. Hal ini merupakan salah satu alasan
mengapa dalam beberapa buku teks, kita menemukan ADHD ditulis dengan garis
-AD/HD. Hal ini membedakan bahwa 'ADHD kurang memerhatikan dari jenis ketiga
yang dikenal dengan tipe hiperaktif implusif.
3. Tipe ADHD
hiperaktif implusif
Tipe ketiga ini menuntut
sedikit 6 di antara 9 gejala yang terdaftar pada bagian hiperaktif
implufisitas. Tipe 'ADHD kurang memperhatikan' ini mengacu pada anak-anak yang
mengalami kesulitan lebih besar dengan memori (ingatan) mereka dan kecepatan motor
perseptual(persepsi gerak), cenerung untuk melamun, dan kerap kali menyendiri
secara sosial.
E.
Terapi pada anak ADHD
Terapi yang diberikan untuk
tatalaksana pasien ADHD harus dilaksanakan secara menyeluruh, dimulai dari Edukasi dengan keluarga, terapi perilaku hingga
penatalaksanaan dengan obat-obatan farmasi. Beberapa terapi yang dapat
diberikan adalah :
· Terapi Obat-obatan
Terapi penunjang terhadap impuls-impuls hiperaktif dan tidak terkendali, biasanya
digunakan antidepresan seperti Ritalin,Dexedrine, desoxyn, adderal, cylert,buspar, dan clonidine
·
Terapi
biomedis
Terapi ini berguna untuk memperbaiki metabolisme tubuh anak. Terapi nutrisi dan
diet diantaranya adalah keseimbangan diet karbohidrat, penanganan
gangguan pencernaan , penanganan alergi makanan . Diet dapat dipakai sebagai terapi
alternatif yang dilaporkan cukup efektif. Suatu substansi asam amino (protein),
L-Tyrosine.
· Terapi behaviour
Terapi cognitive behaviour untuk membantu anak dengan ADHD untuk
beradaptasi skill dan memperbaiki kemampuan untuk
memecahkan masalah.
·
Parent Training
Membantu orang tua untuk lebih memahami perilaku
penderita ADHD, langkah ini juga dapat memberikan gambaran tentang bimbingan
spesifik yang dibutuhkan penderita.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
:
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Belum dapat dipastikan apa penyebab dari ADHD ini, tetapi dapat diambil kesimpulan penyebabnya adalah dari berbagai factor. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu faktor lingkungan/psikososial, faktor genetic, gangguan otak dan metabolism. Macam-macam terapi yang dapat digunakan kepada anak ADHD ini adalah terapi Obat-obatan, terapi biomedis, terapi behavior, parent training
DAFTAR PUSTAKA
American Psychiatric Association:
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM IV),
4th Ed Washington DC, 1994
American
Psychiatric Association's diagnostik dan statistik Manual-IV, teks revisi
(DSM-IV-TR)
http://ki2011-darul.blogspot.com/2011/11/makalah-penanganan-anak-hiperaktif-pada.html
http://id.wikipedia.org/wiki/ADHD

0 Komentar