Slogan

Slogan

Patah Tumbuh Hilang Berganti Tak Akan Melayu Hilang Dibumi




Yogi Pratama
Sering kali kita mendengar kata “Tuah Sakti Hamba Negri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Tak Akan Melayu Hilang Dibumi”.  Kata-kata ini merupakan
ungkapan yang diungkapkan oleh Laksamana Hang Tuah ketika beliau menjabat sebagai laksamana dikerajaan Malaka. Ungkapan ini terdiri dari empat kalimat. Yang dimaksud Laksamana Hang Tuang pada kalimat pertama “Tuah Sakti Hamba Negri” yaitu menunjukan bahwa orang Melayu itu adalah orang yang bertuah. Orang yang bertuah berarti memiliki harkat, martabat, maruah, harga diri, kemampuan, keahlian dan sebagainya sehingga orang Melayu itu memiliki kelebihan dan keutamaan yang disebut dengan “Tuah” itu sendiri dan itulah yang disebut dengan Melayu. Dengan demikian diharapkan pula orang Melayu itu adalah orang yang memiliki harkat, martabat, tua dan marwah. Namun hal ini tidak la mudah untuk dicapai apalagi pada zaman sekarang ini. Semua sifat itu bisa tercapai dengan semangat, pantang menyerah yang diungkapkan Hang Tuah pada kalimat yang kedua yaitu “Esa Hilang Dua Terbilang”. Jadi bagi orang Melayu berpantang dengan yang namanya menyerah dan berputus asah. Pantang mundur dalam gelanggang, sekali layar terkembang pantang kota mundur kebelakang. Itulah semangat orang Melayu yang selalu diungkapkan oleh orang tua melalui pantun, syair dan lain sebagainya. Namun demikian, semangat yang besar menurut Hang Tuah belum la cukup. Nilai-nilai mulia yang dimiliki oleh orang Melayu haruslah diturunkan ke anak cucu maka Hang Tuah melanjutkan ungkapannya pada kalimat yang ketiga yaitu “Patah Tumbuh Hilang Berganti”. Maka dari itu la semua nilai-nilai budi pekerti yang luhur, nilai-nilai kepahlawanan harus diturunkan dari generasi kegenerasi berikutnya. Jika semuanya sudah berjalan dengan baik maka harapan Hang Tuah dan mungkin harapan kita semua pada kalimat keempat yaitu “Tak Akan Melayu Hilang Dibumi” akan tercapai.
Pertanyaan yang muncul dari generasi muda zaman sekarang adalah apakah generasi sebelumnya sudah mewariskan nilai-nilai budi pekerti yang luhur itu. Banyak generasi muda Melayu yang sudah tidak lagi mengenal akan hakekat Melayu itu sendiri. Banyak pula yang sudah tidak mengetahui bahwa dia adalah orang Melayu. Hal ini sungguh sangat disayangkan harapan dan cita-cita Laksamana Hang Tuah agar Melayu tidak hilang dibumi akan pupus seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini terjadi dikarenakan adanya proses pewarisan nilai luhur Melayu yang terputus ditengah masyarakat pada saat ini. Kita tentu saja tidak bisa menutup mata banyak orang tua yang bukan mewariskan nilai-nilai budi pekerti yang baik kepada anaknya namun justru sebaliknya mewariskan hal-hal yang tidak baik yang melanggar ketentuan adat, norma dan aturan yang berlaku ditengah masyarakat. Sungguh sangat disayangkan sekali semua ini terjadi tanpa ada yang mau mencegahnya dan berusaha untuk memperbaiki dan mewarisi nilai-nilai luhur budi pekerti yang baik kepada generasi muda Melayu.

Posting Komentar

0 Komentar