Yogi Pratama
128110047
Konseling Keluarga & Perkawinan
Subjek
: SR ( seorang
mahasiswa )
Waktu
konseling : 21-11-2014
A. Masalah
yang dihadapi
1. Percintaan
= 80%
2. Ekonomi
= 30%
3. Tuntutan
orang tua = 20%
4. Tugas-tugas
kuliah = 40%
Subjek SR merupakan
seorang mahasiswa disalah satu perguruan tinggi dikota Pekanbaru. Subjek datang
dengan membawa setidaknya ada 4 masalah dengan hirarki dan skor seperti yang
tuliskan diatas. Berdasarkan hirarki masalah yang dibuat tersebut, maka dapat
disimpulkan bahwa subjek memiliki masalah inti pada percintaan. Hal ini bisa
dilihat dari skor yang diberikan subjek mencapai angka 80%. Sementara 3 masalah
lainnya bisa dikatakan tidak ada masalah atau hanya sebagai masalah pengekor
dari masalah utama yang dihadapi SR. Dimana 3 masalah pengikut tersebut hanya
diberi skor dibawah angka 50% oleh SR. Maka berdasarkan hirarki masalah diatas
dapat disimpulkan bahwa masalah yang harus diselesaikan adalah masalah
percintaan.
B.
Teknik konseling yang digunakan
SR merupakan seorang
mahasiswa dan memiliki nilai IPK yang cukup baik. Subjek merupakan orang yang
pintar, subjek dapat bertanggung jawab, memiliki kemampuan dalam memecahkan
masalah dan memilih perilaku yang dianggap pantas. Hanya saja subjek memerlukan
bimbingan dan arahan dalam menyelesaikan masalahnya.
Berdasarkan hal-hal
diatas, maka diputuskan teknik yang digunakan adalah Client Center.
C. Proses
konseling
Subjek bercerita
tentang masalah percintaannya kepada konselor. Subjek memiliki masalah dengan
pasangannya semenjak 2 bulan yang lalu. Subjek muai merasa bosan dengan
pasangannya. Namun disisi lain subjek juga tidak bisa memutuskan pasangannya.
Hal ini disebabkan mereka telah menjalin hubungan sudah sangat lama dan subjek
sangat menyayangi pasangannya namun tidak menyadarinya. Sementara disisi yang
lain subjek bosan dengan hubungannya dan ketika ingin selingkuh takut ketahuan
sama pasangannya.
Setelah bercerita
selama lebih kurang 20 menit, dengan arahan dan bimbingan dari konselor, maka
SR sadar bahwa dia sangat menyayangi kekasihnya dan sangat takut kehilangan.
Konselor juga memberikan pandangan bahwa jika subjek selingkuh belum tentu juga
bahagia. Subjek menanyakan pada konselor cara agar dia tidak merasa bosan
dengan hubungannya dan disarankanlah agar subjek untuk melakukan hal-hal yang
baru dan menyenangkan bersama pasangannya seperti makan bersama, jalan-jalan
ketempat yang romantis dan sebagainya. Pada akhirnya subjek sadar akan rasa
sayangnya pada kekasihnya dan memutuskan untuk tetap setia.
Pada akhir pembicaraan,
konselor meminta agar subjek memberikan penilaian terhadap masalah yang
diungkapkan diawal pembicaraan dan hasinya :
1. Percintaan=
20%
2. Ekonomi
= 5 %
3. Tuntutan
orang tua = 15 %
4. Tugas
kuliah = 15 %
Berdasarkan
hirarki diatas, dapat disimpulkan konseling yang dilakukan cukup berhasil.
D. Hal
positif
1. Subjek
dapat menemukan dan memutuskan solusi masalah yang dihadapinya
2. Subjek
tidak jadi selingkuh
3. Masalah
ekonomi, tuntutan orang tua, dan tugas kuliah subjek dapat diatasi
4. Subjek
dapat lebih fokus kuliah dan mengerjakan tugas-tugasnya
5. Subjek
tetap berhubungan dengan pasangannya
E. Hal
negatif
1. Subjek
membuat pata hati atau mengecewakan calon selingkuhannya, hal ini dikarenakan
subjek memutuskan untuk setia dengan pasangan lamanya

0 Komentar