BAB I
PENDAHULUAN
A.Laar
Belakang
Manusia merpakan
makhluk sosial yang tidak bisa dipisahkan dari lingkungan sosialnya. Setiap
manusia memerlukan interaksi antar manusia. Dalam kehidupan keseharian manusia,
ada norma dan aturan yang harus dijalani dan dipatuhi oleh setiap manusia.
Agama merupakan salah satu kepercayaan manusia dimana
dengan mempercayai suatu agama tertentu akan membuat manusia tersebut menjadi
terarah hidupnya. Setiap agama akan membimbing dan mengarahkan setiap
penganutnya untuk selalu berbuat kebaikan.
Kehidupan dan kematian merupakan suatu proses awalan dan
akhir dari perjalanan kehidupan setiap manusia. Agama dalam hal ini akan
membimbing dan memberikan pembelajaran serta bekal pada setiap manusia untuk
mempersiapkan dirinya dalam menjalani dan menghadapi kehidupan dan kematian.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan seperti apa yang telah diungkapkan diatas,
maka rumusan masalah dari makalah ini adalah bagai mana cara pandang setiap
agama yang ada didunia terhadap kematian dan kehidupan?
C.
Tujuan
Seperti apa yang diungkapkan pada rumusan masalah diatas,
maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk melihat bagimana pandangan
dan ajaran agama didunia mengenai kehidupan dan kematian serta perbedaan
pandangan antar agama.
BAB II
PEMBAHASAN
Cara Pandang: Penjelasan Mengenai
Kehidupan dan Kematian
Cara Pandang
Seperti
kata komunikasi dan budaya yang memiliki banyak definisi,
maka demikian halnya juga dengan kata cara
pandang.Banyak pengertian umum seperti yang diungkapkan oleh Peoples dan
Bailey: “Cara pandang seseorang adalah cara manusia mengartikan kenyataan dan
peristiwa, termasuk gambaran mengenai diri mereka sendiri dan bagaimana mereka
berhubungan dengan dunia sekitar.” Defenisi lain, seperti yang dikembangkan
oleh Ishii, Cooke, dan Klopf: “Cara pandang merupakan orientasi budaya terhadap
Tuhan, kemanusiaan, alam, pertanyaan tentang keberadaan sesuatu, alam dan
kosmos, kehidupan, moral, dan alasan etis, penderitaan, kematian, dan isu
filosofis lainnya yang mempengaruhi bagaimana anggotanya memandang dunia”.
Mungkin definisi yang lebih jelas dan cocok dengan tujuan kami adalah seperti
yang dinyatakan oleh Walsh dan Middleton: “ Cara pandang menyediakan petunjuk
yang menuntun pengikutnya didunia.” Hal yang menarik dari definisi iniadalah
penggunaan kata menuntun yang
menunjukan bahwa tujuan cara pandang adalah menuntun orang untuk menolong orang
menentukan gambaran dunia ini dan bagaimana mereka berperan dalam dunia
tersebut.Dalam pengertian ini, cara pandang merupakan inti dari perilaku
manusia, karena menjelaskan pandangan tentang realitas dan mengajarkan
seseorang untuk melakukan peranannya secara efektif.
Cara Pandang dan Budaya
Hubungan antara cara pandang dan
pembelajaran tentang komunikasi tidak dapat terlalu ditekankan.Banyak ahli
setuju bahwa budaya memengaruhi sebagian besar cara pandang seseorang.Budaya
sering kali di artikan sebagai cara pandang yang dibagi. Seperti yang
dijelaskan oleh Haviland, Prins, Walrath, dan McBride, cara pandang mewakili
“sejumlah ide kolektif yang biasanya dibagikan oleh anggota suatu budaya
mengenai bentuk akhir dan substansi dari realitas.” Ide kolektif ini yang
digunakan oleh anggota suatu budaya “dalam membentuk, mendiami, dan mengantisipasi
dunia sosial.” Kraft menyatakan hal yang sama sebagai berikut: “setiap kelompok
social memiliki cara pandang¾ sejumlah kepercayaan dan nilai yang
kurang lebih sistematis yang dinilai oleh kelompok tersebut dan mengandung arti
dari realitas yang ada.” Hubungannya dengan budaya bahkan lebih nyata jika
mengingat bahwa budaya adalah suatu proses yang otomatis dan tidak disadari;
demikian juga dengan cara pandang.
Cara
pandang menyediakan dasar persepsi dan ifat realitas seperti yang dialami
olehmereka yang berbagai budaya yang umum. Pandangan budaya berfungsi untuk
membuat pengalaman hidup yang mungkin menurut orang lain kacau, berantakan, dan
tidak berarti menjadi dapat diterima
oleh akal sehat. Cara pandang ditentukan oleh pemahaman kolektif sebagai dasar
untuk menghakimi suatu tindakan yang memungkinkan kelangsungan hidup dan
adaptasi.
Ekspresi mengenai Cara Pandang
Cara
pandang berhubungan dengan sejumlah topic, seperti:
·
Apakah tujuan hidup.
·
Apakah dunia ini diatur oleh hokum,
secara kebetulan atau oleh “Tuhan”?.
·
Bagaimanakah cara yang benar untuk
hidup?
·
Bagaimanakah dunia ini dimulai?
·
Apakah yang terjadi setelah kita
meninggal?
Cara
pandang juga mengatur hidup dan menunjukan arah untuk hal-hal yang praktis
dalam hidup. Seperti yang ditulis Hoebel, “Dalam memilih kebiasaan hidup
sehari-hari, bahkan dalam hal terkecil sekali pun, masyarakat memilih cara yang
sesuai dengan pemikiran dan kesukaannya¾cara yang sesuai
dengan aturan dasar sesuatu serta apa yang diinginkan dan tidak yang
diinginkan.” Pengaruh cara pandang sangat besar sehingga Olayiwola menyimpulkan
bahwa pandangan sutau budaya bahkan berpengaruh dalam kehidupan social,
ekonomi, dan politik suatu negara.
Pentingnya cara pandang
Pentingnya
mengamati isu penting yang berhubungan dengan cara pandang dengan jelas
diindentifikasikan oleh Pennington: “jika seseorang mengerti tentang pandangan
suatu budaya dan kosmologi, keakuratan dapat diperoleh dalam perilaku yang
terprediksi dan motivasi dalam dimensi lain.” “Perilaku yang terprediksi”
merupakan cara singkat untuk memahami bagaimana orang lain memandang dunia ini
dan berkomunikasi didalamnya.
Hubungan
lain anatar cara pandang dengan perilaku dapat dilihat dari bagaimana budaya
memandang bisnis. Dalam The Protestant
Ethic and Spirit of Capitalism karya Weber dan Religion and the Rise of Capitalism karya Tawney, terdapat pembahasan mengenai
hubungan antara agama, perdagangan, dan produksi. Kedua penulis ini
menyimpulkan bahwa ada hubungan langsung yang terjadi. Bartels menegaskan
hubungan ke masa sekarang ketika ia menuliskan, “Dasar budaya suatu negara dan
faktor penentu tindakan sosial dan bisnis yang paling penting adalah agamadan
kepercayaan filosofis seseorang. Kepercayaan ini melahirkan persepsi tentang
peranan, perilaku, kode etik, dan sikap terinstitusi dimana aktivitas ekonomi
belangsung.
Bentuk Cara Pandang
Mengenai
“berbagai bentuk” ini para ahli percaya bahwa yang paling penting dari bentuk
cara pandang ini dapat di klasifikasikan, baik secara religius maupun
non-religius yang sering disebut dengan sekuler
dan humanis.
AGAMA SEBAGAI CARA PANDANG
Agama
sebagai cara pandang telah ditemukan dalam setiap budaya selama ribuan tahun.
Seperti dinyatakan oleh Haviland dan rekannya, “Cara pandang erat kaitannya
dengan kepercayaan dan praktik agama.” Dengan kata lain, “semua masyarakat
memiliki kepercayaan dan praktik agama”. Coogan mengulangi poin yang sama
penting dalam tulisannya, “Manusia percaya akan adanya sesuatu yang lebih besar
dari manusia sebagai penentu dan pencipta budaya.” Karena agama merupakan
karakteristik yang penting dari budaya.
SEKULARISME SEBAGAI CARA PANDANG
Sekularisme
telah menjadi bagian dari pengalaman manusia sejak manusia mulai bertanya-tanya
tentang arti hidup dan penjelasan mengenai kematian. Sekitar 400 SM, Plato
bahkan membicarakan manusia yang tidak mempercayai Tuhan. seperti yang
dituliskan oleh Markham, cara pandang “berakar dari Cina kuno, Yunani klasik
dan Roma melalui masa Renaissance dan pencerahan , hingga ke Revolusi Ilmiah di
zaman modern.” Seperti agama tradisional sekularisme juga mengalami masa
kejayaan dan kejatuhan.Sama seperti agama tradisional, ada banyak defenisi
mengenai istilah sekularisme. Bagaimanapun, seperti agama tradisional,
sekularisme, tanpa memedulikan apa istilahnya, memiliki inti kepercayaan. Inti
dari sekularisme adalah “pandangan bahwa manusia dapat hidup dengan baik tanpa
Tuhan.” Premis utama ini didasarkan pada kepercayaan bahwa ada tatanan social
dan sistem kepercayaan struktur-dalam yang dapat bertahan tanpa Tuhan atau
organisasi keagamaan.Pengikut sekularisme tidak hanya mengingkari keberadaan
Tuhan, tetapi mereka juga melihat evolusi sebagai suatu fakta, karena mereka
biasanya percaya sepenuhnya pada pengetahuan atau metode ilmiah.Mereka juga
mempertahankan bahwa kematian itu adalah yang terakhir, tidak ada surge ataupun
neraka, seseorang harus berkontribusi demi kebaikan manusi di dunia ini.
SPIRITUAL SEBAGAI CARA PANDANG
Spiritualisme,
seperti yang dijelaskan oleh pengikutnya, erat hubungannya dengan nilai budaya
Amerika yaitu Individualisme.Hal ini disebabkan oleh pandangan sekularisme yang
mengatakan bahwa seseorang dapat menggunakan kemampuannya sendiri untuk
menemukan kedamaian batin. Thomas Paine, penulis risalah dan pengarang Common Sense, menyatakan pandangan yang
sama, “Pikiranku sendiri adalah gerajaku.” Carvalho dan Robinson
menggarisbawahi pentingnya perbedaan antara gereja dan kerohanian pribadi dalam
tulisannya:
Agama
biasanya dialami institusi social dengan tradisi, kitab suci, kepercayaaan, dan
praktik pemujaan yang biasanya dibagikan.Institusi keagamaan biasanya memiliki
struktur pemerintah dengan pemimpin yang ditunjuk.Kerohanian, dilain pihak,
merupakan tempat setiap orang mencari tujuan, arti, nilai, dan mukjizat, dalam
pencariannya tentang nilai tertinggi atau yang kudus.
Spiritualitas
lebih berfokus pada aspek sakral dalam hidup dibandingkan dengan hal
material.Tidak seperti agama yang teroganisasi, spiritualitas bertujuan untuk
memberikan tantangan secara personal dibandingkan secara kolektif. Lagi pula, spiritualitas
tidak mengharapkan atau membutuhkan format tertentu atau organisasi
tradisional. Analisis ringkas ini menunjukan bahwa spiritualitas mengandung
banyak pandangan yang umum dan sulit untuk dipikirkan yang menjadi daya tarik
bagi beberapa orang. Ingatlah juga bahwa spiritualitas memiliki tujuan yang
sama dengan organisasi keagamaan. Perbedaan utamanya adalah bahwa spiritualitas
menggunakan metode yang tidak lazim dalam mencapai tujuan tersebut
AGAMA
Arti Penting dari Agama
Kata
agama (religion) berasal dari bahasa latinreligare
yang berarti “untuk mengikat”. Hal ini dengan jelas menandakan bahwa agama
mengikat manusia dengan hal-hal yang sakral.Hal yang enarik dari agama adalah
bahwa hal tersebut telah mengikat orang bersama-sama dalam dan memelihara cara
pandang budaya mereka selama ribuan tahun.Aspek yang tetap bertahan dalam suatu
agama mungkin adalah usahanya untuk mempertanyakan kematian dan kekekalan,
penderitaan, dan asal alam semesta. Seperti yang dituliskan oleh Malefijt,
“Agama menyediakan penjelasan dan menunjukan nilai dari fenomena yang tidak
dapat dijelaskan.” Agama juga dapat menolong pengikutnya dalam menghadapi
isu-isu yang berhubungan dengan tindakan manusia dalam tugasnya sebagai
“mekanisme kontrol sosial” dengan menetapkan apa yang benar dan salah,
menugaskan beban dalam mengambil keputusan dari seorang individu kepada sosok
dengan kekuatan supernatural, dan
mengurangi “stress dan frustasi yang kadang mengarah pada konflik
sosial. Nanda menambahkan fungsi agama dalam pengamatannya bahwa agama
“berhubungan dengan kehidupan dan kematian, penciptaan alam semesta, asal
masyarakat dan kelompok dalam masyarakat, hubungan antara seorang individu dan
kelompok satu sama lainnya, dan hubungan dengan alam.” Smith dengan jelas
menyatakan pentingnya agama dalam kesejahteraan psikologis bagi banyak orang:
Ketika
agama melompat dalam kehidupan, agama menunjukan kualtias yang
mengejutkan.Agama mengambil alih. Semuanya menjadi takluk dan memiliki
perananpendukung…..Mengajak jiwa dalam petualangan paling tinggi yang dapat
dicapainya, perjalanan melintasi hutan belantara, puncak tertinggi, dan gurun
dalam jiwa manusia.
Agama dan Pembelajaran komunikasi
Antarbudaya
Mungkin anda pernah menanyakan diri
anda sendiri pertanyaan berikut: “Mengapa saya belajar agama dalam pelajaran
yang berhubungan dengan komunikasi antarbudaya?” pertanyaan tersebut sangat
bagus. Jawabannya ada dua.Pertama, agama, persepsi, dan perilaku terikat secara
implisit.Kedua, belum pernah terjadi dalam sejarah perilaku agama tersebar
secara luas, relevan, dan bergejolak.
AGAMA DAN PERILAKU
Berbicara
tentang sejarah panjang agama, Osborne menyatakan bahwa agama dan perilaku
tidak dapat dipisahkan dalam tulisannya, “Memuja sesuatu yang sakral bukanlah
suatu hal yang dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari¾hal
itu merupakan kehidupan. Apa yang dikatakan Osborne adalah bahwa agama tidak
hanya berhubungan dengan isu “kosmis,” tetapi juga fokus pada masalah pribadi
dan budaya. Hal ini dapat ditemukan dalam pernyataan Smith, “Jalan yang paling
pasti menuju hati manusia adalah melalui agamanya.” “Hati” yang dimaksud Smith
bukanlah hal yang teologis, namun merupakan dimensi emosional dari sutau agama.
Hubungan antara agama melibatkan
baik pengalaman teologi maupun pengalaman sehari-hari seperti yang diamati
Lamb, “kaitan antara agama dan budaya adalah sangat jelas.” Guruge juga
menyatakan hal yang sama ketika ia mengamati bahwa “agama dan peradaban saling
bergandengan tangan dalam evolusi manusia sampai tahap yang tidak dapat disimpulkan
seseorang dimana keduanya setara dan berdampingan.”
PEMBELAJARAN MENGENAI AGAMA DALAM
ABAD XXI
Dari
globalisasi sampai ke kebangkitan ekstremis agama, keperubahan domestic
demografi, hingga perdebatan antara pengikut aliran sekuler dan Kristen evangelis,
selalu dihadapkan pada pentingnya agama. Brawsell menyatakan posisis kita dalam
tulisannya, “Masyarakat beragama tidak lagi saling berjauhan. Penganut agama
Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen merupakan populasi dengan tingkat mobilitas
yang tinggi yang telah melintasi batas geografis dan budaya untuk bertemu dan
hidup bersama.” Oleh karena itu, belajar tentang agama, dalam masyarakat yang
global, tidak dapat dihindari.Kebutuhan untuk belajar menjadi lebih penting
ketika memikirkan tingkat kekerasan yang sering diasosiasikan dengan
kepercayaan suatu agama. Kimball menyatakan hal yang sama dalam tulisannya,
“Dengan globalisme sebagai realita yang menentukan bahaya yang nyata dan
potensialyang ditunjukan oleh kaum ekstrem oleh agama tertentu.”
Memilih
cara pandang dalam belajar
Dengan
adanya ribuan agama, ibadah, gerakan, filsafat, dan cara pandang yang dapat
dipilih, bagaimanakah kita dapat memiih orientasi yang mana untukdipelajari?
Menurut
hasil penelitian, ada lebih dari 1 miliar penganut masing-masing agama Kristen
dan Islam, dan lebih dari 800 juta penganut Hindu.
Persamaan Agama
Banyak
persamaan antara agama besar dunia bukanlah hal yang mengejutkan. Karena semua
agama memiliki tujuan yang sama yaitu membuat kehidupan dan kematian dapat dimengerti
oleh pengikutnya. Seperti yang dinyatakan oleh Kimbal ( dalam Samover, 2010 )
“terlepas dari cara pandang yang berbeda dan pernyataan mengenai kebenaran yang
saling bertantangan”, kebanyakan “agama tradisional memiliki fungsi yang sama
dan bahkan berbagai ajaran dasar”.
Spekulasi
Kebanyakan
orang, mulai dari lahir sampai meninggal,
menanyakan pertanyaan yang sama dan menghadapi tantangan yang sama
mengenai kebingungan dan ketidak pastian hidup. Mulai dari kisah penciptaan,
seperti dalam kitab kejadian dalam alkitab, sampai mengenai deskripsi lengkap
mengenai surga dan neraka, semua agama menolong kita untuk memahami kita dari
mana manusia datang, mengapa mereka ada didunia ini, apa yang terjadi ketika
mereka meninggal dan mengapa ada penderitaan.
Kitab suci
Dalam
setiap agama besar didunia terdapat sejumlah kebijaksanaan yang sakral dan
harus disampaikan pada anggota tradisi yang sekarang dan pada generasi
berikutnya. Artinya kitab suci merupakan sumber prinsip penting dan batu uji
dalam pembentukan suatu doktrin. Seperti yang dinyatakan oleh crim ( dalam
Samover, 2010 ) “ kitab suci menyatakan dan menyediakan identitas, otorisasi,
dan teladan bagi pengikutnya”.
Setiap
agama mempercayai bahwa kitab sucinya tersebut berasal dari tuhan atau yang diilhami
oleh roh, baik ditulis atau diucapkan oleh Allah, ditulis oleh manusia yang
dituntun Tuhan maupun yang diucapkan oleh guru spritual. Hampir disemua
peristiwa, penetahuan tersebut berhubungan langsung dngan individu yang
dianggap memiliki kelebihan khusus.
Ritual
Confusius ( dalam Samover, 2010 )
menuliskan nilai ritual sebagai berikut, “tanpa ritual, kesopanan itu berarti
membosankan, kebijaksanaan itu berarti menakutkan; tanpa ritual, keberanian itu
berarti suka bertengkar; tanpa ritual, keterusterangan itu menyakitkan.
Ritual
dalam pengertian yang tepat, “ritual terdiri atas tindakan simbolis yang
mewakili arti religious”. Peranan ritual dalam agama dan budaya yaitu untuk
mengingatkan masa lalu, memelihara, dan menyampaikan dasar suatu masyarakat.
Hal yang paling umum dari semua ritual adalah upacara pengalihan yang
menandakan tahapan dalam siklus hidup manusia. Upacara pengalihan adalah masa
transisi anggota suatu kelompok dari satu tahap hidup yang penting ketahap yang
berikutnya.
Etika
Agama berperan penting dalam
mengatur tindakan manusia. Hampir setiap agama membedakan antara tindakan yang
dapat diterima dengan tindakan yang tidak dapat diterima. Ajaran mengenai etika
apa yang benar dan saah ini menyatakan inti nilai suatu budaya.
Tempat Perlindungan
yang Aman
Semua
Agama memberikan anggotanya rasa aman. Macionis ( dalam Samover, 2010 )
menyimpulkan rasa aman ini, kepercayaan agama akan memberikan rasa tentram bagi
orang yang kondisinya rentan. Diperkuat oleh kepercayaan, manusia biasanya jarang
jatuh putus asa ketika berhadapan dengan badai hidup.
KeKristenan
Secara historis kristen terdiri atas
3 cabang utama yaitu, gereja katolik roma, gereja Ortodoks Timur dan Protestan.
Asumsi Dasar
Terdapat 3 prinsip dasar ajaran
kristen, semuanya mengarah pada pandangan yang diajarkan pada pengikutnya, cara
hidup dan komunitas manusia. Ketiga fitur utama ini berakar dari teologi
kristen.
Hal
yang terutama,kristen merupakan tradisi monoteis yang berpusat pada iman pada
tuhan dan pada yesus kristus sebagai juru selamat dan penembus umat manusia.
Kristen percaya bahwa tuhan berinteraksi-menjadi manusia seutuhnya-sebagai
yesus dari Nazareth. Umat Kristen percaya bahwa yesus mati dikayu salib dan
bangkit, secara fisik bangkit dari kematian. Konsep Trinitas, misteri sakral
antara Allah bapa, anak dan roh kudus sebagai satu kesatuan, tritunggal, tuhan
menjadi pusat tradisi kristen.
Manifestasi Budaya
Ibadah yang terorganisir, bagi umat
kristen gereja memiliki banyak peranan. Geraja tidak hanya menjadi tempat
ibadah dan merupakan tempat yang kudus, tetapi juga merupakan suatu
komunitas-tempat dimana orang berkumpul dalam kelompok dan berbagai identitas
yang sama.
Masa Depan
Salah satu ajaran kristen adalah
memandang bahwa masa depan itu penting. Bagi orang kristen tidak masalah apa
yang terjadi dimasa lalu, masa depanlah yang menentukan. Tuhan mengampuni
kesalahan dan menawarkan pertobatan dan dorongan untuk maju.
Gender
Persepsi dan perlakuan terhadap
perempuan, seperti ciri-ciri kristen pada umumnya. Telah berubah dan
dimodifikasi sepanjang abad. Bagaomanapun warisan yang tetap dipertahankan unruk perempuan kristen,tentu saja, cerita
taman edan dalam kitab kejadian. Banyak orang yang tetapmenggunakan interpretasi kewanitaan untuk menjelaskan posisi perempuan
dalam keluarga, gereja dan masyarakat. Hal ini mengikuti hal apa yang dipercaya
oleh penganut aliran fundamentalis mengenai perempuan berdasarkasan perkataan
paulus dala 1 Timotius
“aku tidak mengizinkan perempuan mengajar atau memerintah
laki-laki;hendaklah dia berdiam diri. Karena Adam yang pertama dijadikan,
kemudian barulah Hawa;dan Adam tidak tergoda melainkan perempuan itulah yang
tergoda dan jatuh dalam dosa”
Keberanian
Salah satu warisan yang tetap
dipertahankan dalam cerita Yesus adalah tentang pesan keberanian dalam
menghadapi cobaan yang menggambarkan bagaimana Yesus hidup dan tinggal.
Pandangan mengenai
kematian
Kramer menjelaskan kematian,
terlepas dari tradisi, dengan memperhatikan 5 pertanyaan berikut.
Apakah
yang merupakan tujuan dari kematian? Apakah ada kehidupan lain setelah
kematian? Jika tidak, apakah yang terjadi setelah kematian? Apakah kita
berwujud sama atau berbeda? Apakah ada penghakiman terakhir? Bagaimana kita
mempersiapkan kematian kita?
Jawaban
Kristen terhadap 5 pertanyaan tersebut tidak sederhana, namun pada intinya
adalah kepercayaan akan kehidupan kekal dan bahwa keselamatan hanya mungkin
melalui sang pencipta yang maha
pengasih. Ada yang berpegangan pada yohanes 11:25-26 sebagai petunjuk dan
inspirasi “akulah kebangkitan. Barang siapa percaya kepadaku, ia akan hidup
walaupun ia sudah mati, dan setiap yang hidup dan percaya kepadaku,tidak akan
mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?
Tujuan
umat Kristen adalah untuk bersama-sama dengan Tuhan disurga selama-lamanya.
Surga merupakan tempat bagi mereka yang hidup dengan baik dan benar, dan yang
jahat akan berada dineraka selamanya.
Agama Yahudi
A. Asumsi
Dasar
Agama Yahudi merupakan
salah satu dari agama yang monoteis didunia. Dasar dari agama Monoteis adalah
pandangan univesallisme yang berarti suatu kepercayaan akan adanya satu Tuhan
saja, dan Tuhan inilah yang menjadi Tuhan atas umat manusia. Inti dari ajaran
agama Yahudi adalah terletak pada keberadaan perjanjian antara Tuhan dan
pengikutnya.
Inti dari perjanjian
tersebut adalah konsep orang yang dipilih seperti yang dinyatakan oleh Musa
dalam Alkitab.”tuhan telah memilih kamu menjadi milik kepunyaan-Nya, dari
seluruh manusia yang ada dipermukaan bumi ini”
Pandangan ajaran Yahudi
dinyatakan dalam konsep dasr iman:
1. Orang
Yahudi mempercayai satu Tuhan yang universal dan kekal, menciptakan dan
berdaulat atas semua yang ada
2. Manusia
merupakan makhluk yang suci dan baik dan diberikan kehendak yang bebas
3. Tidak
mempercayai adanya dosa yang asli
4. Seseorang
dapat, bagaimanapun, untuk berbuat dosa dengan melanggar perintah
5. Manusia
harus taat kepada Tuhan pemberi perintah dalam Torah ( 5 kitab pertama dalam
Alkitab)
B. Manifestasi
Budaya
Salah
satu manifestasi yang bertahan dalam tradisi agama Yahudi merupakan sejarah
ribuan tahun berisi dengan tekanan dan penyiksaan. Seperti yang dituliskan oleh
Ehrlich, “kisah agama Yahudi sring kali diceritakan dengan seragkaian bencana.”
Hanya bangsa Yahudi lah yang kampung halamanya dihancurkan ( 2 kali ) hidup
terpencar dimana-mana, bertahan hidup dari pemusnahan sistematis dan diusir
dari setiap negara dimana mereka tinggal.
1. Belajar
“adam memilih pengetahuan dibandngkan
keabdian”. Ungkapan ini menggaris bawahi bahwa kecintaan belajar telah menjadi
tanda agama dan budaya Yahudi sejak awal.
2. Keadilan
Keadilan merupakan karakteristik yang
berakar dalam sejarah bangsa Yahudi. Tanggung jawab dan komitmen moral pada
Tuhan dan orang lain ditulis dengan lengkap dalam buku rohani agama Yahudi.
“Tuhan Israel mengajarkan melalui nabi-nabi bahwa menyembah Tuhan tanpa
keadilan sosial adalah sia-sia”.
3. Keluarga
Bagi bangsa Yahudi keluarga merupakan
tempat ibadah dan kebaktian keagamaan. Selama 4000 tahun keluarga Yahudi telah
menjadi inti dan benteng dari iman kepercayaan Yahudi dan menjadi alasan utama
untuk tetap bertahan hidup sebagai grup etnis yang berbeda. Menurut hukum, adat
dan tradisi agama Yahudi rumah merupakan tempat ibadah.
4. Siklus
Hidup
Bangsa Yahudi melewati 4 siklus
kehidupan, kelahiran, bertumbuh dewasa, pernikahan dan kematian. Semua tahap
ini berkaitan langsung dengan agama Yahudi kerena semuanya itu menekankan
hal-hal yang rohani. Masing-masing ibadah itu memberikan wawasan mengenai
karakter Yahudi dengan menggaris bawahi apa yang mereka anggap penting.
C. Pandangan
Mengenai Kematian
Hal yang menarik dari
agama Tahudi dan kematian adalah tidakadanya penjelesanan sederhana mengenai
pandangan mereka tentang kehidupan setelah kematian. Ada sedikit refrensi
mengenai kehidupan setelah kematian dalam tulisan tradisional agama Yahudi.
Sebenarnya Torah, tulisan penting dalam agama Yahudi sama sekali tidak memiliki
refrensi mengenai kematian. Ada situasi dimana “agama Yahudi terdiri atas
berbagai kepercayaan, dari tidak ada pandangan mengenai kematian sampai pada
kebangkitan tubuh dan kekekalan jiwa”. Yahudi ortodoks percaya akan kebangkitan
tubuh dan kehidupan setelah kematian. Sedangkan Yahudi reformasi biasanya
percaya bahwa seseorang hidup melalui prestasi mereka atau dalam kenengan orang
lain.
Agama Islam
Islam
merupakan agama yang paling cepat
bertumbuh didunia, dengan sekitar 1,5 miliar pengikut tersebar diseluruh
dunia. Islam menempati 20% dari total penduduk dunia.
A.
Asal Usul
Woodward
menyimpulkan asal Islam sebagai berikut, Arab merupakan penganut politeis,
memuja dewa-dewa. Mereka tidak memiliki sejarah yang menghubungkan mereka
dengan satu Tuhan, seperti orang timur tengah lainnya. Mereka tidak memiliki
kitab suci sebagai pedoman hidup, seperti alkitab, tidak ada bahasa suci.
Diatas semuanya, mereka tidak memiliki nabi yang dikirim Tuhan kepada mereka,
seperti yang dibanggakan kristen dan Yahudi. Namun semuanya berubah ketika
kedatangan nabi Muhammad sebagai pembawa kebenaran bagi seluruh Alam.
B.
Asumsi Dasar
Satu
tuhan, Islam menyatakan bahwa hanya ada satu Tuhan, “Islam diajarkan bahwa
Allah itu satu” tidak ada Tuhan selain Allah.
Tunduk,
Islam tunduk kepada perinta Tuhan. Al Quran menekankan keagungan Allah berulang
kali, kemurahan hati yang ditunjukan kepada manusia secara khusus, ketaatan
serta rasa sukur.
C.
Lima Rukun Islam
Ada
lima rukun Islam, yang pertama mengucap dua kalimat syahadat, yaitu pernyataan
iman tidak ada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Yang
kedua adalah sholat, yang merupakan ritual utama dalam Islam. Dikerjakan dalam
5 waktu sehari semalam yaitu subuh, dzuhur, asar, magrib dan isya sera ditambah
beberapa sholat sunat lainnya.
Yang
ketiga membayar Zakat, yaitu sebagai
bentuk balas kasihan terhadap kaum yang tidak mampu dan orang yang tidak
mendapat perlindungan dalam suatu masyarakat sebagai bentuk balas kasih Allah.
Yang keempat adalah puasa. Yaitu menahan hawa nafsu, makan dan minum sejak
terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Puasa dilakukan dibulan suci
rhamadan dan bisa dihari-hari biasanya untuk puasa sunah.
Yang
kelima adalah naik Haji, yang merupakan perjalanan kemekkah arab saudi bagi
umat muslim yang memiliki kemampuan finansial sebagi bukti ketaatannya kepada
Allah.
D.
Al Quran
Al
Quran merupakan kitab suci umat Islam yang dijadikan pedoman hidup didunia dan
diakhirat.
E.
Manifestasi Budaya
1. Cara
hidup yang lengkap
Dalam Islam, kehidupan
agama dan sosial tidak bisa dipisahkan. Islam memerintahkan umatnya untuk
menghidupi kehidupan pribadi, sosial, ekonomi, politik, dan spritual dengan
sebaik-baiknya.
2. Kesenian
dan arsitektur
Karya seni Arab yang menabjukan, seperti
hampir semua aspek Islam.
F.
Pandangan mengenai kematian
Menurut
ajaran agama Islam, mereka yang mati akan dibangkitkan lagi dari kuburnya
disertai peristiwa hancurnya alam semesta ( kiamat ) dimana pada hari itu akan
ada hari pembalasan dan penghakiman sesuai dengan perbuatan manusia selama
didunia. Manusia akan dihakimi menurut perbuatan baik dan buruk mereka yang
dicatat oleh malaikat.
HINDU
Hindu
merupakan agama tertua di dunia, ada mitos di temukan hanya di india,karena
sekitar 80% dari populasi india adalah penganut agama Hindu. Di luar penganut
dan sejarah panjangnya, umat hindu tetap menjadi agama yang orientasinya paling
sulit di mengerti oleh bangsa barat. Seperti yang di tuliskan oleh Scarborough,
“Menurut dunia barat hindu bukanlah iman kepercayaan atau institusi agama,namun
hanya kumpulan dari sejumlah aturan dan dewa-dewa. Alasan perbedaan pandangan
barat dan agama hindu dinyatakan oleh Narayanan : “agama hindu sulit untuk
dapat di jelaskan. Agama ini tidak memiliki
pendiri, pernyataan imam,guru atau nabi yang diakui oleh semua umat hindu, dan
tidak ada kitab suci yang secara universal di akui penting. Borsting mendukung
pandangan ini dalam tulisannya :
“
Agama barat mulai dari satu pandangan bahwa satu tuhan, satu kitab suci, satu
anak, satu gereja, satu negara dapam pemerintahan Tuhan lebih baik dari banyak.
Hindu yang terpesona dengan berbagai cptaan yang ada, tidak memiliki cara
pandangan yang sama. Untuk dunia yang kompleks, semakin banyak tuhan semakin baik”
ASAL USUL
Sejarah perkembangan Hindu cukup
sulit, pertama, agama hindu di mulai sebelum ada tulisan. Kedua, tidak ada
pendiri atau tulisan yang mendukung untuk menetapkan kronologisnya. Namun,
menurut teori sejarah, Hindu dimulai tahun 4000 yang lalu ketika sekelompok
susku Arya ke Indo-Eropa yang berkulit terang menyerang India utara. Ketika
suku arya ini pindah lembah sungai Indus, mereka berbaur dengan orang pribumi,
berbagai budaya, tradisi, ritual,simbol dan mitos.
KITAB SUCI
Tulisan palingtua dan paling penting
adalah Weda. Weda secara harfiah berarti “pengetahuan” merupakan catatan
mengenai agama ini selama berabad-abad. Weda sebenarnya merupakan empat
kumpulan ritual. Begitu pentingnya emoat buku inisehingga Ricther dan rekanny
menyatakan baha kesulitan dalam mengartikan ‘Hindu’, satu hal yang penting yang
perlu di sebutkan adalah penerimaan terhadap Weda. Weda menyamaikan wahyu
terdahulu melalui sejumlah himne, teks ritual, dan spekulasi yang di susun
lebih dari satu milineum di mulai pada tahun 1400M.
ASUMSI DASAR
Konsep ketuhanan. Hindu merupakan
gabungan dari berbagai pandangan agama, nilai, dan kepervayaan. Agama hindu
tidak hanya tidak memiliki pendiri, namun juga tudak memiliki susunan
organisasi, seperti halnya pada gereja katolik. Dianata umat Hindu, seseorang
dapat merasakan keajaiba, pemujaan alam, pemujaan hewan-hewan, dan banyak dewa.
Matlines dan Magida menyimpulkan hal ini dengan menyatakan bahwa Hindu “
mengajarkan bahwa tuhan berada dalam setiap makhluk hidup serta mati di alam
ini dan setia jiwa adalah tuhan dan tujuan hidup adalah sadar akan keberadaan
tuhan.
Realitas Tertinggi. Agama hindu
didasarkan pada asumsi bahwa dunia yang dapat di sentuh dan di lihat, bukan
satu-satunya realita. Sebaliknya mereka percaya ada realita lain yang mengarah
pada pertumbuhan rohani serta mengungkap sifat alami kehiduoan, pikiran dan
jiwa. Agama Hindu memandang bahwa apa yang kita lihat sebagai kenyataan
semata-mata hanyalah ilusi, permainan, mimpi atau tarian. Umat hindu percaya
bahwa kepuasan akan dunia secara materi dan fisik mungkin akan memuaskan
sementara waktu, namun hal itu perlahan akan hilang. Untuk mendapatkan
kebahagian sejati atau kebebasan , seseorang perlu menemukannya di luar konsep
tradisional mengenai kenyataan.
Brahman. Brahman merupakan penguasa
tertinggi dalam agama hindu. Menurut Smart,Brahman di lihat sebagai penguasa
suci yang menguasai segala bentuk dalam alam. Jain dan Kussman menyimpulkan
bahwa konsep penting ini : Brahman merupakan penguasa tertinggi, filsuf yang
absoult, pemilik kebahagiaan melampaui batas etis dan metafisika. Pandangan
dasar Hindu mengenai Tuhan adalah maha besar, maha mengetahui dan maha
peyayang.
Menemukan pribadi. Salah satu
komponen inti nagama Hindu berhubungan dengan pandangan mengenai hidup.
Serperti yang di tuliskan oleh Hammer, agama hindu di mulai dengan premis yang
menyatakan bahwa penyebab utama dalam penderitaan adalah ketidakpedulian
manusia terhadap alam, sang pribadi yang maha tahu, maha kuasa mahahadir,
sempurna dan kekal. Untuk menemukan sang pribadiHindun memberikan pengikutnya
bebrapa rekomendasi, suatu penyelidikan yang memberikan Non Hindu pandangan
mengenai agama ini, yaitu : Akal berada di bawah intuisi,dunia ini merupakan
ilusi dan mungkin bagi manusia untuk memutuskan siklus kelahiran, kematian, kelahiran
kembali dan reinkarnasi dan mengalami kebahagiaan sejati yang di sebut dengan
nirwana. Nirwana adalah bentuk pembebasan dari semua penderitaan manusia.
Berbagai jalan.Salah satu kualitas
yang tetap bertahan dari ajaran Hindu adalah kemampuannya untuk menawarkan
berbagai jalan dan beradaptasi dengan kebutuhan pokok yang beragam.Banyaknya
pendekatan teradao Hindu sehingga agama ini di sebut dengan agama yang
menawarkan banyak kepercayaan dan praktik kepada semua pengikutnya.
MANIFESTASI BUDAYA
Cara hidup yang lengkap. Agama hindu
juga mempengaruhi kehidupan seseorang, hal ini karena agama hindu mempercayai
banyak budaya dan dewa. Perpaduan antara pandangan agama dan peradaban ini
menghasilkan pandangan yang sama seperti sistem sosial. Sebagian jalan hidup,
ajaran Hindu terdapat dalam berbagai bentuk,misalnya orang yang terlibat dakam
bermacam-macam ritual dan festival. Hindu tergambar dalam keluarga dan rumah.
Rumah merupakan tempat yang paling penting. Banyak ritual terjadi di antara
kebiasaan sehari-hari.
Drama. Drama merupakan pelekat dan
penopang kehidupan sosial. Peraturan drama telah di tetapkan untuk mengatur
kegiatan manusia. Drama menyangkut
tanggung jawab agama dan masyarakat. Begitu pentingnya drama bagi umat hindu
sehingga banyak orang yang mempercayai sebagai pola utama yang mendasari
semesta dan tercermin dalam baik “ etika maupun hukum sosial manusia”.
Emat
tahapan hidup yaitu :
·
Pelajar ( masa menuntut ilmu dan
mempelajari kitab Weda)
·
Berumah tangga ( menikah dan hidup
dengan kerohanian dan etika yang lebih tinggi)
·
Penduduk hutan ( masa tinggal jauh dari
rumah dan belajar serta bermeditasi secara intensif)
·
Petapa ( dimana seseorang tidak
bergantung lagi pada manusia dan harta serta bersatu dengan Brahman)
PANDANGAN MENGENAI KEMATIAN
Menurut Narayanan dalam suatu
pernyataan : Umat hindu percaya akan kekekalan jiwa dan reinkarnasi. Artinya
walaupun tubuh mati, jiwa seseorang tidak memiliki awal dan akhir, namun hanya
berpindah ke reinkarnasi yang lain dalam akhir hidupnya. Pandangan dalam kitab Upanishad yaitu :
pertama, di nyatakan bahwa karena kematian itu merupakan suatu hal yang tidak
dapat di hindarkan, kedua dimensi yang sebenarnya dari seseorang sebenarnya
tidak meninggal namun hanya mengambil tiguh yang baru. Ketiga, jika seseorang
dapat mengalami keberadaan atmandalan hidupnya karena karma yang bagus, maka ia
tidak perlu dilahirkan kembali karena ia telah mewujudkan Brahman.
BUDHA
Agama terbesar kelima yang dapat
mempengaruhi komunikasi antarbudaya adalah agama Budha .Budha dalam pemahaman
barat, merupakan sebuah sistem yang tidak mengenal keberadaan tuhan yang
mengingkari jiwa manusia yang percaya bahwa keprcayaan akan kekekalan adalah
suatu kesalahan besar yang menolak kemujaraban doa dan pengorbanan yang
mengarahkan manusia untuk tidak bergantung pada orang atau sosok lain, nemun
diri mereka sendiri untuk memperoleh keselamatan.
ASAL USUL
Agama Budha didirukan oleh seorang
pangeran india bernama Siddharta Gautama tahun 536M. Ada 3 hal penting dalam
cerita bagaimana ia di kenal menjadi orang yang di terangi, yaitu : perrtama,
Pangeran Siddharta lahir dari kemewahan. Ayahnya meruoakan seorang raja yang
memiliki banyak istana. Kedua, di luar lingkungannya yang mewagh sang pangeran
merasa tidak puas akan hidupnhya. Krtiga, Berpusat pada bagaimana ia
menghabiskan hidupnya setelah pewahyuan. Sampai kematiannya di usia 80 tahun
budha menjelajahi lembah sungai gangga membagikan penglhatannya ndengan orang
yang mau mendengar. Setelah kematiannya pesannya di teruskan ke murid-muridnya.
Sekitr tahun 230SM misionaris agama budha di kirim ke serilangka. Lebih dari
600-700 tahun kemudian agama budah tersebar ke asia tenggara, cina dan korea.
ASUMSI DASAR
Setiap budaya dan negara mengadaptasi kepercayaan
mereka kedlam apa yang di tawarkan Budha. Selain beberapa perbedaan kecil semua
sekolah ajaran budha memiliki asumsi dasar yang sama yatu : pertama, budha
menjelaskan bahwa ia bukanlah tuhan namun hanya orang biasa yang memperileh
pencerahan. Kedua, budha mengajarkan bahwa setiap individu memiliki prestasi
untuk mencari sendiri kebenaran. Dalam agama budha melihat pandangan yang lebih
memerhatikan manusia dan cara menghidupi hidup di bandingkan dengan kekuasaan
supernatural atau bahkan dugaan metafisika. Budha tidak membuat spekulasi mengenai
surga dan neraka, kematian atau bagaimana dunia ini dijadikan. Namun ia
menawarkan pengikutnya cara untuk mengerti dan menghadapi keberadaan mereka
sekarang.
Empat kebenaran mulia. Ajaran agama
budha dapat di temukan dalam empat kebenran mulia. Ahli agama menyatakan bahwa
melalui kebenaran ini mendapat hal yang baik dan penting dari inti ajaran agama
Budha. Ke emoat kebenaran mulia yaitu :
·
Dukkha, adalah bahwa hidup ini merupakan
penderitaan, Sepeti yang di jelaskan budha dalam tulisannya “kelahiran merupakan
penderitaan, penuan merupakan penderitaan, penyakit merupakan penderitaan,
kekhawatiran, kesusahan dan keputusasaan dan tidak memperoleh apa yang
diinginkan merupakan penderitaan.
·
Tanha, berhubungan dengan sumber
penderitaan, Budha mengajarkan bahwa banyak penderitaan disebabkan oleh
kebutuhan,iri hati, keserakahan dan kebodohan.
·
Akhir penderitaan, mengakhiri
penderitaan tersebut adalah mungkin.
·
Penyembuh.
Delapan
jalan kebenaran yaitu :
1. Pengertian
yang benar di peroleh melalui pemahaman yang benar dan menerima kenyataan dan
sumber penderitaan dan cara yang mengarah pada hilangnya penderitaan.
2. Tujuan
benar itu bebas dari keinginan jahat, kekerasan, dan ketidakjujuran terhadap
diri sendiri dan yang lainnya.
3. Ucapan
yang benar
4. Perbuatan
yang baik
5. Pencaharian
yang benar
6. Daya
upaya yang benar
7. Perhatian
yang benar
8. Konsentrasi
yang benar
MANIFESTASI BUDAYA
Ketidakmungkinan bahasa. Salah satu
ajaran budha yang memengaruhi komunikasi antar budaya merupakan pandangan
ajaran budha terhadap agama. Agama budha tidak menganjurkan pandangan yang di
hasilkan dari pandangan kata-kata dan kitab suci.Dalam agama budha bahasa
dianggap memperdaya dan menyesatkan jika dikaitkan dengan suatu kebenaran.
Ketidakpermanenan. Menerima
pandangan bahwa semua orang dan semua peristiwa itu tidak kekal mendorong
pengikut budha untuk memiliki pandangan
bahwa semua manusia dan manusia itu dapat berubah. Pandangan yang berhubungan
dengan karakter hidup yang tidak dapat di prediksi ini dinyatakan oleh filsuf
budha abad kedua Narajuna : hidup itu begitu rentan lebih rentang dari
gelembung sabun yang di terbangkan angin kesana sini. Betapa mengherankannya
mereka yang berfikir bahwa setelah menarik nadfas mereka yakin akan bernafas
kembali atau mereka yang terbangun setelah tidur malam.
Karma. Kata karma bagu umat budha
digunakan untuk menunjukan tindakan atas kemauan sendri dalam oikiran,
perkataan atau perbuatan fisk yang baik, jahat atau gabungan dari keduanya dan
menghasilkan akibat yang di tentukan oleh perbuatan baik atau jahat.
PANDANGAN MENGENAI KEMATIAN
Walaupun ajaran mengenai kematian
tidak banyak dlaam agama budha namun ajaran ini tetap penting, (1) kematian
secara fisik dan (2) konsep kelahiran kembali. Pandangan klasik budha terhadap
kematian adalah bahwa kematian merupakan suatu hal yang tidak dapat di hindari
dan dapat menimbulkan kesedihan hanya ketika seseorang berusaha untuk
menghindar darinya, bahkan melalui spekulasi mental terhadap kematian atak
kekekalan jiwa. Ritual pemakaman dalam budha beraneka ragam pada setiap budaya.
Akan tetapi dalam banyak kesempatan, pemakaman di anggap bukan hanya sekedar
akhir dari kehidupan namun juga merupakan masa transisi ke kehidupan yang lain.
AJARAN
CONFUSIUS
Pentingnya ajaran confusius dalam
pembelajaran ilmu komunikasi di jelaskan oleh Gudykunts dan Kim dalam
tulisannya “Confusius memengaruhi perilaku dalam budaya Asia pada umumnya dan
memengruhi perilaku orang asia yang tinggal di budaya Non Asia.Confusius masih
sering di anggap sebagai filosofi sosial dan politik. Confusius sendiri
membahas tentang doa yang mengecilkan hati. Confusius merupakan sistem
sosial,politik etika dan pemikiran agama yang di dasarkan pada ajaran confusius
dan penerusnya.
CONFUSIUS
Confusius juga berpusat pada ajaran
seseorang : Confusius (kong fuzi). Pentingnya tokoh ini dituliskan oleh
Scarborough, “Confusius mungkin merupakan tokoh yang paling berpengaruh dalam
sejarah Asia, bukan karena pendapatnya terhadap pemerintah, namun untuk
ajarannya mengenai hubungan dan tingkah laku yang pantas. Confusius lahir pada
tahun 551 SM di kota kecil di Lu di cina bagia
timur. Confusius merupakan saksi
dari disintegrasi politik pada zaman feodal, suatu masa yang ditandai oleh
hegemoni berbagai negara bagian dan peperangan.
ASUMSI DASAR
Ada sejumlah prinsip yang
menjelaskan ajaran Confusius , pertama adalah anggapan bahwa manusia pada
dasarnya adalah baik dan hanya perlu belajar melalui teladan perilaku yang
benar. Kedua, Confusius menekankan komitmen terhadap keharmonisan sosial,
keharmonisan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekuler
yang dibutuhkan untuk hidup dan bekerja sama.Seperti yang di jelaskan Yum,
“Confusius merupakan filosofi mengenai sifat manusia yang menganggam bahwa
hubungan antar manusia yang pantas sebagai dasar masyarakat.
ANALECT
Confusius tidak memiliki
filosofinya. Jadi detai ajarannya di sampaikan melalui murid-muridnya. Koleksi
yang paling berpengaruh adalah analect yang secara harfiah berarti “diskusi
mengenai perkataan confusius”. Namun analet ini ditulis lenih dari 50 tahun dan
terdiri atas 20 buku. Analect tetap memengaruhi nilai budaya dan perilaku
masyarakat Cina dan Asia Timur.
MANIFESTASI BUDAYA
Jen(humanisme). Banyak ahli agama
sepakat bahwa ide mengenai jen merupakan batu penjuru ajaran Confusius.
Intinya, jen berhubungan dengan konsep timbal balik. Dalam filosofi confusius
jen mengartikan bahwa hubungan dasar anatara manusia dalam cara yang menghargai
integritas moral individu dan hubungannya dengan yang lain. Dasar kepercayaan
dalam integritas adalah refleksi dari premis bahwa semua orang pada dasarnya
adalah baik, dan jen berfungsi sebagai cermin kebaikan tersebut.
Li (ritual, upacara,
kesopanan,konvensi). Li merupakan ekspresi dari perilaku baik sesuatu
dinkerjakan. Seperti yang dinyatakan Corduan, Li merupakan prinsip melakukan
yang baik pada waktu yang tepat.
Te(kekuatan). Te secara harfiah
berarti kekuatan. Namun bagi Confusius Te merupakan kekuatan yang di gunakan
untuk kebaikan. Ia percaya bahwa pemimpin harus memiliki karakter yang baik
yang berkorban untuk kebaikan dan mengahsilkan rasa hormat.
Wen (karya seni). Confusius
menghormati seni. Seperti yang dinyatakan oleh Gannon, confusius melihat seni
sebagai cara untuk menghasilkan kedamaian dan alat untuk mengajarkan pendiidkan
moral.
AJARAN CONFUSIUS DAN KOMUNIKASI
Seperti halnya dengan cara pandangan
yang lain, ajaran confusius memengaruhi persepsi dan komunikasi dalam berbagai
cara. Pertama, ajaran ini mengajarkan secara langsung dan tidak langsung,
pandangan tentang empati. Kedua, ketika berkomunikasi, mereka yang mengikuti
ajaran confusius akan memerhatikan status dan peranan hubungan. Ketiga, prinisp
ajaran ini memerhatikan ritual dan protokol. Akhirnya filsafat confusius akan
cendrung untuk menggunakan kata-kata yang ridak langsung di bandingkan
kata-kata langsung.
PANDANGAN MENGENAI KEMATIAN
Ajaran confusius tidak tertarik pada
kematian dan kehidupan setelah kematian. Inti dari pandangan mengenai kematian
ini disimpulkan dari perbicaraan confusius dengan murdnya : “ Chi lu menyuruh
melayani makhluk rohani, confusius berkata jika kitavtidak dapat melayani
manusia, bagaimana kita dapat melayani makhluk rohani”,”saya bertanya mengenai
kematian”. Confusius berkata jika kitavtidak tahu mengenai kematian, bagaimana
kita dapat mengetahui kematian”.
AGAMA dan Cara Pandang : Pemikiran
Terakhir
Salah satu poin penting dalam bab
ini adalah ada banyak pendekatan yang berhubungan dengan pertanyaan tentang
kehidupan dan kematian. Homer benar ketika ia menuliskan pada tahun 800 SM bahw
semua orang memerlukan tuhan. Agama yang selama ribuan tahun, telah memberikan
pengaruh pada kehidupan setiap budaya dan anggotanya.

0 Komentar