Tersebutlah
dalam sebuah sejarah dunia pernah ada dikisahkan sebuah negri yang makmur,
negri yang penuh dengan kekayaan yang melimpah ruah yang konon katanya negri
termakmur dan tersubur diplanet bumi ini. Konon juga katanya dinegri ini
tongkat kayu jadi tanaman batupun menjadi hiasan begitulah sedikit gambaran
betapah makmurnya negri ini. 350 tahun lamanya negri ini dijajah dan dikuasai
oleh negri kincir angin, semua kekayaan alam dan manusianya diperas habis untuk
kemakmuran dan memutar kincir angin dinegri Belanda. 3,5 tahun pula negri ini
dikuasai oleh negri matahari terbit yang konon katanya sama tersiksanya dengan
dijajah 350 tahun oleh negri kincir angin. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945
negri ini pun merdeka dari jajahan bangsa asing. Para pejuang negri ini
memproklamasikan kemerdekaan dengan membawa cita-cita mensejahtrakan seluruh
rakyat dan melindungi segenap tumpah darahnya. Negri ini kemudian dikenal dunia
dengan sebutan Indonesia. Namun sudah menjadi nasib bagi makhluk negri yang
kaya ini. Proklamasi yang dibacakan sang proklamator hanya menjadi seremonial
kemerdekaan. Cerita duka dibalik itu semua masih terpampang dan dirasakan
sampai sekarang ini. Cita-cita mensejahtrakan seluruh rakyatnya hanya sekedar pemanis
dimuka karena sampai sekarang masih banyak rakyatnya yang masih kelaparan.
Cita-citanya melindungi segenap tumpah darahnya juga hanya sebatas cerita
manis, karena masih banyak rakyatnya yang dihukum mati dinegri orang karena
menjadi babu dan pesuruh ditanah orang padahal tanah kelahirnya sangatlah
subur.
Negri
ini merupakan negri penghasil ikan tangkap terbesar didunia. Kono ikan yang
dihasil dilaut dan sngai negri ini bisa memenuhi 30% kebutuhan ikan dunia.
Namun sayangnya, meskipun bisa memenuhi angka 30% untuk dunia belum semua
rakyatnya makan ikan dinegrinya sendiri. Masih banyak rakyatnya yang masih
kelaparan dan kekurangan gizi. Negri ini juga menjadi salah satu penghasil
minyak bumi terbesar didunia. menurut data CIA World Factbook, Indonesia memproduksi
minyak sebesar 1.023.000 barrel/hari atau sebesar 1.21% dari produksi minyak
dunia. Hasil minyak yang sebegitu besarnya tersebut juga tidak menjamin
kesejahtraan bagi rakyatnya dan yang paling menyedikan belum juga bisa
rakyatnya menikmati minyak hasil dari negrinya ini dengan harga yang sesuai.
Negri ini juga dikenal dengan penghasilan emasnya yang salah satu terbesar
didunia. Berdasarkan data USGS, Indonesia menghasilkan 65 ton Emas pada tahun
2014. Jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang hanya memproduksi 60 ton Emas,
Produksi Emas Indonesia mengalami peningkatan hingga 5 ton atau sekitar 8,33%.
Indonesia saat ini memiliki cadangan Emas sebanyak 3.000 ton. Namun demikian,
lagi dan lagi belum semuanya bisa dinikmati oleh rakyatnya. Masih banyak rakyat
Indonesia yang belum bisa tampil dihadapan umum dengan memakai perhiasan emas
dari kekayaan tambang negrinya ini. Kekayaan lainnya yang dimiliki oleh negri
ini adalah sebagai penghasil timah terbesar didunia dengan hasil lebih kurang 3
ribu ton setiap tahunnya. Indonesia juga menempati urutan no 5 sebagai negara
penghasil batu bara didunia. Pada tahun 2012 hasil tambang batu bara di
Indonesia mencapai 386 juta ton. Hasil tambang batu bara yang sedemikian banyak
itu belum juga membuat Indonesia bebas dari krisis listrik yang berkepanjangan
dan bahkan disebagian wilaya timur belum pernah menikmati yang namanya listrik.
Negri
Indonesia memiliki lebih kurang 17.504 Pulau dengan jumlah penduduk 3,5% dari
dari totol jumlah manusia dunia dan menempati urutan keempat terbanyak didunia.
Negri ini juga merupakan negri dengan hutan terluas no 2 didunia yang dihuni
oleh jutaan flora dan faunanya. Semua itu bisa dimanfaatkan untuk
mensejahtrakan rakyatnya. Namun sialnya lagi hutan itu sudah banyak yang
beralih fungsi dan terbakar. Indonesia mungkin menjadi satu-satunya negri
penghasil asap terbesar didunia akibat kebakaran hutan yang berdampak dengan
tinnginya angka penyakit ispa yang menipa rakyatnya. Diprovisi Riau saja pada
musim kabut asap 2015 ini tercatat tidak kurang dari 43.386 orang yang terkena
ispa.
Kekayaan
alam dengan segala fotensi sumber daya yang dimiliki Indonesia
berangsur-angsurpun sudah mulai hilang dan dikuasai oleh pihak asing. Hutan
dengan hamparan hijaunya yang dulu kini telah berubah menjadi perkebunan dan
hamparan hitam bekas kebakaran. Pemerinyah seolah olah menutup mata akan itu
semua. Pemerintah seolah-olah lepas tangan akan semua kekayaan yang kita miiki
ini. Setiap ada ajang pemilihan, para politikus kita selalu mengatakan akan
memberikan bukti bukan janji, namun ketika ada tangis dipelosok negri pertiwi
ini mereka tidak sibuk mencari solusi tapi malah sibuk mencari kawan koalisi
untuk diajak blusukan keluar negri.
Pada
saat ini Indonesi menempati peringkat 12 sebagai negara terkorup se-Asia. Kasus
korupsi seolah olah sudah menjadi budaya dinegri ini. Mulai dari tingkat
terbawah sampai tingkat tertinggi. Bahkan lembaga penegakan hukum pun ada yang
terlibat kasus korupsi. Mulai dari kepolisian, jaksa, sampai pada MA. Kalau
sudah seperti ini kemana rakyat akan mengadu. Apakah rakyat akan mengadu kepada
wakilnya? Tapi lagi-lagi sayang sang wakilpun juga ikut terlibat dalam roda
setan korupsi.
Dan pada
akhirnya pun rakyatlah yang harus menderita terjajah dinegri sendiri, jadi
penonton dinegri sendiri, jadi tamu dirumah sendiri. Rakyatpun kehausan
ditengah lautan yang luas, kelaparan ditengah sawah yang menguning. Kekayaan
alam yang melimpah tidak bisa dinikmati dengan baik dan mimpi menjadi tuan
dirumah dinegri sendiripun hanya sekedar dongeng sebelum tidur.

0 Komentar