Slogan

Slogan

Negri Kancil Flu



Alkisah, tersebutlah dalam satu kawasan hutan yang sangat lebat dan luas serta dihuni oleh banyak binatang. Hutan tersebut duasai dan dipimpin oleh seekor harimau jantan yang begitu sangat kuat dan garang. Semua penghuni hutan sudah barang tentu sangat takut dan patuh terhadapnya. Sang penguasa hutan memerintah dengan seenak hatinya saja tanpa memperdulikan nasib hewan lainya.
Yang terpenting baginya adalah kepuasannya saja. Jika dia lapar maka binatang yang ada dihutan tersebut akan diterkamnya. Dia tidak segan-segan membunuh dan menindas rakyatnya.
Banyak binatang dan bahkan hampir semua binatang dihutan tersebut tidak suka dengan gaya kepemimpinan sang raja hutan tersebut. Namun apalah daya mereka tidak berani melawan. lnya Karena barang siapa yang berani melawan maka sama halnya dengan menjemput ajal kematian.
Pada suatu ketika, tersebarlah gosip ditengah-tengah perkumpulan binatang dihutan tersebut bahwa bau badan sang raja hutan sangatlah busuk karena jarang mandi. Semua binatang dihutan tersebut sibuk bercerita dan membicarakan isu yang mendesas desua ditelinga mereka tentang bau badan sang raja. Sampailah pada suatu hari, dimana kabar tentang  gosip bau badang sang raja yang busuk sampai ketelinga sang penguasa hutan. Mendengar isu tersebut sang raja sangatlah marah, raja mendengar gosip itu seperti mendengar petir disiang hari. Sang raja lalu mengumpulkan semua rakyatnya didepan istananya. Setelah semua binatang berkumpul, maka sang raja memanggil seekor anjing untuk naik kepanggung dan menghadapnya. sang rajapun menyuruh anjing duduk dihadapannya. Sang raja lalu bertanya kepada anjing.
Raja hutan : wahaay anjing pengikutku yang satia, apakah engkau teleh mendengar isu-isu yang berkembang dihutan ini yang menceritakan tentang bau badan saya yang busuk?
Anjing : iyaa tuanku, hamba sudah mendengar semua itu
Raja hutan : lalu sekarang apakah engkau memang mencium bau badanku busuk?
Anjing : ( berpikir senak ) oooh tidak tuanku, bau badan tuanku tidaklah busuk, bau badan tuanku sangatlah harum dan semua isu-isu itu tidaklah benar.
Mendengar jawaban dari anjing tersebut, raja hutan sangatlah marah karena dia tahu sang anjing berbohong. Raja hutan sebenarnya juga sudah mengetahui dan menyadari akan bau badannya yang busuk itu. Karena anjing tidak jujur maka sang raja hutan marah dan langsung menerkam anjing tersebut sampai mati dihadapan semua binatang dihutan tersebut. Semua binatang ketakutan melihat kejadian itu. Sang raja belum puas lalu memanggil rusa untuk naik keatas. Dengan rasa takut yang teramat rusa naik keatas dan menghadap raja.
Raja hutan : wahay rusa, apakah engkau juga telah mendengar gosip tentang bau badanku yang busuk itu ?
Rusa : iyaa tuan, aku sudah mendengarnya
Raja hutan : lalu apakah kamu juga mencium bau badanku ini busuk?
Rusa : ( berpikir sejenak ) iyaaa tuanku, bau badan tuanku memanglah busuk. ( rusa menjawab dengan jujur karena belajar dari pengalaman anjing sebelumnya )
Mendengar jawaban rusa, muka sang raja pun merah padam sang raja marah dan merasa malu walaupun rusa berkata jujur dia tetap menerkam rusa sampai mati. Sang raja merasa tersinggung dan dipermalukan oleh rusa dihadapan semua binatang dihutan tersebut karena telah berkata dengan jujur bahwa badannya busuk.
Sang raja belum juga puas, kemudian dia memanggil kancil untuk naik dan menghadap. Dengan langkah pasti kancil naik dan menghadap.
Raja hutan : wahay kancil binatang yang kecil, apakah kamu juga sudah mendengar gosip tentang bau badan ku?
Kancil : sudah tuan raja
Raja hutan : apakah kamu mencium bau badan ku yang busuk itu?
Kancil : dengan suara yang mantap menjawab, maaf rajaku, aku tidak mengetahui hal itu, saya tidak bisa mencium bau apa-apa sekarang termasuk bau badan tuanku karena saya lagi flu.
Kancil menjawab demikian karena dia belajar dari jawaban dua rekan sebelumnya tadi. Jika dia menjawab bohong dia akan mati sama seperti anjing, jika dia menjuju, maka dia juga akan mati sama seperti rusa.
Akhirnya sang raja hanya tersenyum mendengar jawaban cerdik dari kancil dan menyuruh semua binatang dihadapannya untuk bubar termasuk kancil juga selamat dari terkaman sang raja.
Semua binatang kembali hidup seperti biasanya dihutan tersebut dengan terus mencium dan merasakan bau badan busuk dari sang raja tanpa berani protes.
Terinspirasi dari cerita Prof. Mahfud

Posting Komentar

0 Komentar