Alkisah,
tersebutlah dalam satu kawasan hutan yang sangat lebat dan luas serta dihuni
oleh banyak binatang. Hutan tersebut duasai dan dipimpin oleh seekor harimau
jantan yang begitu sangat kuat dan garang. Semua penghuni hutan sudah barang
tentu sangat takut dan patuh terhadapnya. Sang penguasa hutan memerintah dengan
seenak hatinya saja tanpa memperdulikan nasib hewan lainya.
Yang terpenting
baginya adalah kepuasannya saja. Jika dia lapar maka binatang yang ada dihutan
tersebut akan diterkamnya. Dia tidak segan-segan membunuh dan menindas
rakyatnya.
Banyak
binatang dan bahkan hampir semua binatang dihutan tersebut tidak suka dengan
gaya kepemimpinan sang raja hutan tersebut. Namun apalah daya mereka tidak
berani melawan. lnya Karena barang siapa yang berani melawan maka sama halnya
dengan menjemput ajal kematian.
Pada suatu ketika,
tersebarlah gosip ditengah-tengah perkumpulan binatang dihutan tersebut bahwa
bau badan sang raja hutan sangatlah busuk karena jarang mandi. Semua binatang dihutan
tersebut sibuk bercerita dan membicarakan isu yang mendesas desua ditelinga
mereka tentang bau badan sang raja. Sampailah pada suatu hari, dimana kabar
tentang gosip bau badang sang raja yang
busuk sampai ketelinga sang penguasa hutan. Mendengar isu tersebut sang raja
sangatlah marah, raja mendengar gosip itu seperti mendengar petir disiang hari.
Sang raja lalu mengumpulkan semua rakyatnya didepan istananya. Setelah semua
binatang berkumpul, maka sang raja memanggil seekor anjing untuk naik kepanggung
dan menghadapnya. sang rajapun menyuruh anjing duduk dihadapannya. Sang raja
lalu bertanya kepada anjing.
Raja hutan : wahaay anjing pengikutku yang satia, apakah
engkau teleh mendengar isu-isu yang berkembang dihutan ini yang menceritakan
tentang bau badan saya yang busuk?
Anjing : iyaa tuanku, hamba sudah mendengar semua itu
Raja hutan : lalu sekarang apakah engkau memang mencium
bau badanku busuk?
Anjing : ( berpikir
senak ) oooh tidak tuanku, bau badan
tuanku tidaklah busuk, bau badan tuanku sangatlah harum dan semua isu-isu itu
tidaklah benar.
Mendengar jawaban dari
anjing tersebut, raja hutan sangatlah marah karena dia tahu sang anjing
berbohong. Raja hutan sebenarnya juga sudah mengetahui dan menyadari akan bau
badannya yang busuk itu. Karena anjing tidak jujur maka sang raja hutan marah
dan langsung menerkam anjing tersebut sampai mati dihadapan semua binatang
dihutan tersebut. Semua binatang ketakutan melihat kejadian itu. Sang raja
belum puas lalu memanggil rusa untuk naik keatas. Dengan rasa takut yang
teramat rusa naik keatas dan menghadap raja.
Raja hutan : wahay rusa, apakah engkau juga telah
mendengar gosip tentang bau badanku yang busuk itu ?
Rusa : iyaa tuan, aku sudah mendengarnya
Raja hutan : lalu apakah kamu juga mencium bau badanku ini
busuk?
Rusa : ( berpikir
sejenak ) iyaaa tuanku, bau badan tuanku
memanglah busuk. ( rusa menjawab dengan jujur karena belajar dari
pengalaman anjing sebelumnya )
Mendengar jawaban rusa,
muka sang raja pun merah padam sang raja marah dan merasa malu walaupun rusa
berkata jujur dia tetap menerkam rusa sampai mati. Sang raja merasa tersinggung
dan dipermalukan oleh rusa dihadapan semua binatang dihutan tersebut karena
telah berkata dengan jujur bahwa badannya busuk.
Sang raja belum juga
puas, kemudian dia memanggil kancil untuk naik dan menghadap. Dengan langkah
pasti kancil naik dan menghadap.
Raja hutan : wahay kancil binatang yang kecil, apakah
kamu juga sudah mendengar gosip tentang bau badan ku?
Kancil : sudah tuan raja
Raja hutan : apakah kamu mencium bau badan ku yang busuk
itu?
Kancil : dengan suara
yang mantap menjawab, maaf rajaku, aku
tidak mengetahui hal itu, saya tidak bisa mencium bau apa-apa sekarang termasuk
bau badan tuanku karena saya lagi flu.
Kancil
menjawab demikian karena dia belajar dari jawaban dua rekan sebelumnya tadi.
Jika dia menjawab bohong dia akan mati sama seperti anjing, jika dia menjuju,
maka dia juga akan mati sama seperti rusa.
Akhirnya
sang raja hanya tersenyum mendengar jawaban cerdik dari kancil dan menyuruh
semua binatang dihadapannya untuk bubar termasuk kancil juga selamat dari
terkaman sang raja.
Semua binatang kembali
hidup seperti biasanya dihutan tersebut dengan terus mencium dan merasakan bau
badan busuk dari sang raja tanpa berani protes.
Terinspirasi dari
cerita Prof. Mahfud

0 Komentar