Slogan

Slogan

Cerita Humor Istrimu Mantan Pacarku




Yogi Pratama
Asep dan asti adalah pasangan suami istri yang baru 3 bulan yang lalu menikah. Asep dan asti menikah setelah mereka dijodohkan oleh orang tua mereka masing-masing. Seminggu setelah pernikahan mereka, pada suatu malam asti berkata kepada suaminya Asep.

Asti: mas asep, asti merasa sangat beruntung bisa menjadi istri mas asep, asti sekarang sangat mencintai mas asep. Mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut sang istri, Asep tersenyum dan memeluk itrinya dan berkata.
Asep: mas juga demikian dik asti, mas sangat senang sekali bisa menikah denganmu, walaupun kamu bukan wanita pertama yang aku cintai tapi kamu adalah wanita terakhir dalam hidupku. Asep dan asti larut dalam kemesraan mereka pada malam itu. Dalam suasana yang begitu romantis asti berkata.
Asti:kalau bagiku, mas adalah lelaki pertama yang mengisih hatiku mas,kaulah lelaki yang pertama dan terakhir yang akan aku cintai. Asep: duhay sayangku, benarkah itu?
Asti : iyaa mas, sunggu benaran, seriusss
Asep : jadi kamu belum pernah pacaran?
Asti : tidak pernah mas
Asep : sunggu aku adalah lelaki yang beruntung sekali bisa mendapatkanmu.
Setelah mereka berbicara sejenak, mereka pun terlelap dalam keheningan malam itu. Keesokan harinya, seperti biasanya asep yang seorang supir angkutan umum dikota Karya pergi melaju mengendarai mobil anggutannya yang sudah kusam keluaran tahun 80-an itu. Asti melepas kepergian sang suami dengan mencium tangan asep. Asep pun melaju dan berlalu dengan mobil kusamnya menuju kearah pusat kota dan Asti terus memandangi kepergian sang suami yang mencari nafkah keluarga, sebait doa keluar dari mulutnya semoga saja sang suami mendapatkan rezeki dan pulang dengan selamat. Setelah mobil asep tak terlihat lagi ditelan oleh kejauhan dan keterbatasan pandangan mata Asti pun masuk kerumah dan mengerjakan pekerjaan rumahnya seperti biasa.
Asep terus melaju menuju kearah pusat kota Karya, namun sebelum sampai keterminal mobil asep disalip oleh sebuah mobil truk. Asep kaget dan lebih terkejut lagi melihat tulisan “istrimu mantan pacarku” dibelakang truk tersebut. Hati asep tiba-tiba panas dan marah melihat bacaan dibelakng truk itu. Dengan cepat asep pun mendekatkan mobilnya ketruk tersebut dan menunjuk-nunjuk sang sopir truk, lalu dia juga menunjuk dirinya sendiri ( maksud Asap menunjuk itu, bertanya apakah yang dimaksud tulisan dibelakang truk itu adalah istrinya Asti ). Sementara itu sang sopir truk melihat asep yang menunjuk-nunjuknya itu terheran-heran tidak mengerti maksudnya lalu sang sopirpun membalasnya dengan mengangguk-anggukan kepalanya. Melihat sang sopir truk menganggukan kepalanya, hati asep semakin marah, dia merasa kecewa dan dibohongi oleh sang itri. Dimana tadi malam sang istri mengaku bahwa sebelum menikah dengannya Asti belum pernah berpacaran tapi kenyataannya pagi ada supir truk yang mengklaim dengan tulisan dibelakng truknya bahwa istrinya adalah mantan pacar sang supir truk. Asep tidak melanjutkan perjalanannya menuju terminal, dia memutar angkotnya dan kembali pulang. Sampai dirumah Asep langsungmencari istrinya Asti yang sedang memasak, asep marah besar pada Asti karena merasa dibohongi. Pertengkaran hebatpun tidak bisa dihindari, asep terus menuduh istrinya berbohong dan asti terus membela dirinya dan mengatakan dia tidak berbohong. Namun kemarahan asep sudah memuncak dia tidak bisa berpikir dengan tenang apalagi memparcayai istrinya. Pada akhirnya asep mengusir asti dari rumahnya dan menyuruh asti pulang kerumah orang tuanya. Asti yang sudah tidak sabarpun pergi dari rumah sang suami pulang dengan kecewa dan tangisan air mata menuju kerumah orang tuanya.
Asep duduk diam terpaku didalam rumahnya. Sekitar satu jam setelah kepergia asti dari rumah. Asep pun pergi meninggalkan rumah menggunakan angkotnya dengan niat mengelilingi kota Karya untuk menghilangkan amarah, suntuk dan sakit hatinya. Sepuluh menit setelah memutar-mutar kota Karya, kembali anglot asep disalip oleh sebuah truk yang dibelakangnya ada tulisan “ku tunggu jandamu”. Melihat itu asep semakin marah. Asep mengirah asti benar-benar telah membohonginya dan sengaja menjebaknya dalam permainan hati dan asmara. Dan tanpa panjang pikir, asep mempercepat laju angkot kusam nan tua miliknya itu lalu menabrakan ketruk yang ada didepannya tersebut, asep akhirnya mati dengan segala kebodohannya.

Posting Komentar

0 Komentar