Yogi Pratama
bujang.tandomang93@gmail.com
Dengan kekuatan berpikir dan dengan
Bismillah sebagai pembuka kata, menulis dan merangkai kata untuk mencurahkan
perasaan hati yang terpendam, perasaan hati mana yang terasa. Terhadap Melayu
memang sudah banyak dikaji orang, nasib Melayu dari dahulu hingga sekarang. Ada
yang memuji Melayu secara berlebih-lebihan indah bagaikan bintang diatas langit
dan ada pula yang mencaci dengan penuh ejekan. Berbagai macam pandangan orang terhadap
Melayu, baik dan buruknya selalu seiring sejalan hingga musim terus berlalu
namun nasib Melayu belum juga menentu. Sudah tercatat dalam sejarah rumpun
Melayu tanah bertuah, dengan kerajaan yang banyak serta harta yang melimpah.
Dahulu
Melayu pernah terbilang memiliki lautan yang luas, tanah yang lapang dan
hutannya lebat ladangnya terbentang. Orang Melayu dikenal pula dengan keramahan
dan ketamahan orangnya, baik budi dibawah berunding mudah lah mereka. Dizaman
Malaka Melayu pernah terpandang dengan kerajaan yang besar dan sangat dihormati
orang, budaya yang maju juga diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin
hari semakin berkembang. Tapi sudah menjadi nasib Melayu dari dahulu hingga
sekarang, paginya tegak petangnya rebah, sehabis senang timbulah susah. Kabar
akan kekayaan Melayu tercium sudah oleh bangsa laknattullah, datang lah kaum
berbilang bangsa merampas harta kekayaan dan merebut kekuasaan dengan cara
saling mengadu domba. Malaka yang besarpun mulai mengecil masa kejayaannyapun
mulai terkikis. Namun Allah maha pengasih maha penyayang. Hilang satu tumbuh la
seribu, tenggelam Malaka muncullah Johor yang berdiri gagah perkasa, ada juga
kerajaan di Riau Lingga yang menguasai selat Malaka, ada juga Siak Sri
Indrapura yang wilayahnya luas dipesisir Sumatera, di Kampar Pelalawan pun
tampil kedepan tegak bersanding Gunung Sahilan mulai mengangkat Melayu secara
perlahan, di Kuantan ada kerajaan Indragiri, di Rokan banyak pula kerajaan
berdiri di Hulu di Hilir duduk berdampingan untuk mengangkat Melayu dari
kubangan. Begitulah banyaknya kerajaan Melayu pada masanya. Tetapi memang sudah
menjadi nasib Melayu, kerajaan yang banyak kurang bersatu, berebut tahtah
sesame awak, datanglah orang saling mengadu akhirnya kita menjadi berseteru
negripun rusak. Melihat Melayu yang semakin melemah kembalilah datang inggris
dan belanda untuk berbagi tanah Melayu yang besarpun menjadi terbelah-belah.
Satu persatu kerajaan jatuh duduk bersimpuh dikaki penjajah daulat hilang
marwahpun runtuh. Belum hilang pedihnya dijajah inggris belanda datanglah pula
jepang yang juga ikut menggila. Namun sudah menjadi tekad Melayu, dari pada
kembali hidup jajah lebih baik mati. Melayu bangkit dengan berani segalah
penjajah mereka hadapi, pecahlah perang dimana mana berjuang sambil mengorbankan
nyawa. Alhamdulillah perjuangnnya tidak sia-sia, penjajah pergi Melayupun
Merdeka, berdilah kembali Negara berbilang bangsa. Rumpun Melayu kembaki tegak
untuk membangun negri yang sudah lama rusak. Berpuluh tahun Melayu merdeka,
musim beralih zaman berubah, namun Melayu tetap saja dibawah. Mengapa Melayu
dirundung malang dari dahulu hingga sekarang hidup merana pagi dan petang hidup
miskin dan terkebelakang. Banyak orang belesilih pendapat, ada yang salah ada
juga yang tepat,bila saja kita mau jujur dan berterus terang tentulah tampak
jelas salah dan kurang penyebab Melayu
miskin dan terkebelakang. Penyebab utama Melayu ketinggalan adalah tiada lain
tiada bukan karena kurangnya ilmu pengetahuan, dengan kemajuan zaman yang terus
berkembang dengan segala teknologinya namun Melayu tidak mampu mengikutinya dan
tidak mampu pula menyaingi kemajuan orang. Banyak Melayu berpendidikan rendah,
ilmu yang ada tidak dapat dibawah ketengah kalau lah dibawah bersaing tentulah
kita kalah. Pendidikan di Melayu juga belum Memadai dari dahulu sampai
sekarang. Apalagi dizaman sekarang ini, semua orang berebut untuk mengambil
peluang, siapa yang bodoh sudah bisa dipastikan tidak akan menang, siapa yang
lemah akan terbuang. Dibumi Melayu pembangunan sangat la pesat baik itu dilaut
maupun didarat, banyak peluang yang bisa didapat, tetapi karena tidak ada ilmu,
peluang yang ada terbuang sia-sia, orang lain masuk kita menganga. Zaman
sekarang ilmu pengetahun menjadi tolak ukur pertama untuk mendapatkan pekerjaan
dan tidak peduli Melayu ataukah bukan siapa yang mampu dia yang akan
didahulukan. Dikondisi seperti inilah banyak Melayu yang jatuh karena masih
banyak yang bodoh.
Tentulah
tidak semua Melayu bodoh. Banyak juga yang pandai dan tangguh apabila mereka
hidup bersunguh-sungguh. Kelemahan orang Melayu lainnya adalah mabuk merindu
kejayaan masa yang lalu. Zaman telah berubah akhirnya tidak tahu. Sebagian
Melayu asik hidup bermanja-manja hidup bergantung pada harta pusaka untuk hidup
sendiri tidak percaya akhirnya hidup terus sengsara. Sebagian Melayu berkepala
besar, bekerja kasar berpantang baginya akhirnya hidupnya terkapar. Sebagian
Melayu ada juga gila akan menjual harta, hutan dan tanah disapu rata akhirnya
anak cucu tinggal gigi dan lidah.
Banyak
pula Melayu pilihan, menjadi pemimpin dan tauladan, hatinya bersih teguh
beriman suka menolong teman. Banyak juga Melayu berilmu, cerdik dan pandai
menunjuk mengajar tidak la jenuh untuk mengangkat budaya Melayu. Habislah bulan
berganti tahun nasib Melyu naik dan turun hilanglah akal duduk melamun akhirnya
busuk seperti mentimun. Banyak Melayu coba mengkritik melalui tulisan panjang
dan pendek tapi karena kalah cerdik akhirnya hidup tetap terindik. Ada juga
Melayu mewakili rakyat, bercakap pandai berpidatopun hebat namun sayangnya
kurang perhatian kepada umat. Ada lagi Melayu yang menjadi pakar waktunya habis
untuk beseminar sayangnya lagi cakapnya tidak ada yang mendengar akhirnya
pulang kerumah anak istrinya lapar. Bila kita melihat sepintas lalu, didegri
Melayu pembangunan sangat berkembang, kilangnya menyemut kebunnya terbentang
tetapi semua dimiliki orang. Demikianlah nasib Melayu ini, benar dan salahnya
Allah la yang tahu ini semua hanya untuk melepaskan hasrat didalam kalbu
mengingatkan orang yang belum tahu. Kepada Allah kita berserah semoga Melayu
hudup mewah tagak dan duduk dalam bertuah turun temurun beroleh berka. Salah
benarnya boleh dilihat semoga dapat menjadi pengingat dimasa depan membawa
manfaat. Tercurahlah sudah kandungan kalbu niat ikhlas mengangkat Melayu bukan
untuk member aib dan malu.
Refrensi
utama : Tenas Effendy. 2012. Syair nasib
Melayu. Lembaga Adat Melayu Riau. pekanbaru

0 Komentar