Slogan

Slogan

Jangan Jadikan Pemekaran Pelalawan Selatan Sebagai Penghilang Rasa Haus Untuk Minum Air Garam



Yogi Pratama
bujang.tandomang93@gmail.com
Bergulirnya program otonomi daerah di Indonesia berdampak pada bertambah banyaknya jumlah Provinsi, kabupaten dan daerah kecamatan serta desa di negri ini. Hampir setiap tahun selalu terdengar isu suatu daerah untuk menjadi daerah pemekaran yang baru.
Di provinsi Riau sendiri terutama dikalangan masyarakat kabupaten Pelalawan akhir-akhir ini sudah terdengar dan sudah menjadi isu bagaikan bola panas yang terus bergulir ditengah masyarakat untuk pemekaran Kabupaten Pelalawan menjadi 2 kabupaten yaitu kabupaten Pelalawan selatan. Isu ini juga sudah menjadi perdebatan pro dan kontra dikalangan masyarakat terutama dikalangan mahasiswa. Pemekaran suatu daerah menjadi daerah otonomi baru baik itu tingkat provinsi maupun kabupaten memang memberikan harapan baru berkembangnya daerah tersebut menjadi lebih baik karena bisa mengelola anggaran sendiri untuk membangun kemajuan daerah tersebut. dengan adanya pemekaran ini juga bisa diharapkan pemerataan dibidang pembangunan. Peluang kerja juga terbuka dengan lebar terutama pegawai pemerintahan daerah. Namun kita tidak boleh hanya terpatok kepada keuntungan yang didapat dari pemekaran tersebut. pada saat ini hutan adat wilayat perbatinan kurang satu tiga puluh melayu Petalangan yang berpusat dikawasan yang disebut orang pelalawan selatan ini bisa dibilang hanya meninggalkan cerita indah masalalu. Sementar jika memang terjadi pemekaran maka bisa dipastikan akan membutuhkan lahan yang banyak untuk membangun kantor-kantor pemerintahan. Pertanyaan adalah Hutan adat mana lagi yang mau kita tebang?. Kita juga jangan melupakan sejarah pemekaran kabupaten pelalawan dulunya yang masih menjadi masalah sampai sekarang yaitu terseretnya mantan bupati pelalawan dalam kasus pengadaan lahan perkantoran pemerintah. Hal ini tentu tidak kita inginkan, kita sudah tidak mau lagi kehilangan putra putri terbaik Melayu ini hanya karena terlibat dalam kasus yang sama. Selain dari pada itu juga, kita juga harus melihat dengan jernih dan objektif asal muasal munculnya ide berlian pemekaran kabupaten pelalawan selatan ini. Jangan sampai pemekaran pelalawan selatan ini hanya dijadikan ajang politik untuk mendapatkan kekuasaan baru oleh segelintir saudara kita yang berambisi menjadi pemimpin ditanah surga kita ini. Saya berharap ide pemekaran kabupaten pelalawan selatan ini bukan hanya sekadar untuk melepaskan rasa haus lalu meminum air garam. Artinya saya tidak mau pemekaran kabupaten pelalawan selatan ini hanya untuk mendapatkan kekuasaan hanya karena gagal mendapatkan kekuasaan tersebut pada saat ini. Ini sama saja tak ubahnya seperti ingin menghilangkan bau petai lalu memakan jengkol atau tidak menyelesaikan masalah apalgi memberikan solusi terhadap ketertingglan pembangunan didaerah kita ini. Perlu kita ingat juga, pada saat ini adat Melayu Petalangan sudah layu dan hampir tidak terdengar lagi kicauan bunyinya. Jika memang pemekaran terjadi, maka bisa dipastikan juga akan banyak pendatang diwilayah ini dengan membawa segala bentuk adat dan budayanya masing-masing sehingga semakin melenyapkan adat dan budaya tempatan kita. Ini semua perlu menjadi bahan pertimbangan kita dan perlu kita renungkan bersama-sama. Kekawatiran saya ini bukan la tanpa alasan. Perlu kita ingat juga, memang saya menyadari dan sudah mendengar jauh-jauh hari atas rencana pemekaran ini namun yang saya herankan mengapa baru terdengar lantang setelah pasca pemilihan bupati 9 april yang lalu. Jika memang menjadi kabupaten baru, saya juga bertanya asal muasal nama dari Pelalawan Selatan ini. Menurut saya berdasarkan buku penelitian, buku adat dan sejenisnya yang ditulis oleh budayawan dan tokoh masyarakat Pelalawan sejauh ini saya belum pernah mendengar istilah Pelalawan selatan. Lalu atas dasar apa pemberian nama pelalawan selatan ini? Untuk pemberian nama suatu kabupaten baru alangkah lebih baiknya jika kita mengambil dari nama daerah yang sudah punya nilai sejarah ditengah masyarakat sejak zaman dahulunya. Hal ini akan membuat nama tersebut lebih berkesan dihati masyarakat dan tentu saja akan menguatkan adat budaya didaerah tersebut. untuk daerah kita ini, menurut hemat saya nama yang paling baik  dan penuh sejarah adalah Kualo Napuh. Disinilah cikal bakal dulunya berkembang roda perekonomian didaerah pelalawan bagian selatan terutama dikecamatan Pkl. Kuras, Pkl. Lesung dan Bandar Petalangan saat ini. Kita juga tidak bisa memungkiri sejarah dan tombo kehidupan kita. Disungai Kualo Napuh ini juga la dulunya Bujang Tan Domang atau yang lebih dikenal Datuk Demang Serail menelusuri wilayah kita ini. Alangkah baiknya menurut saya jika kita menyebutnya Kabupaten Kualo Napuh. Jika lah memang ide yang baik ini keluar dari pemikiran yang suci serta hati nurani yang baik semata-mata untuk kemajuan dan pemerataan pembangunan daerah, maka jika seandainya bisa saya bersedia menjadi orang pertama yang mengatakan setuju dalam pemekaran ini. Tentu saja pemekaran yang baik dengan semakin meratanya pembangunan dan kembali membakitkan batang adat kebudayaan Melayu Petalangan yang sudah lama tenggelam disungai Kampar ini.
Demikianlah tulisan singkat saya ini semoga bagi yang membacanya mendapat manfaat terutama bagi saya sendiri. Tulisan ini saya buat bukan lah untuk menyatakan sikap penolakan atau pun persetujuan saya secara pribadi tapi lebih kepada ajakan untuk berpikir dan mentela’ah lebih jelas lagi ide pemekaran ini. Jangan sampai nantinya, jika terjadi pemekaran hutan adat kita habis ditebang, adat Petalangan semakin hilang tapi daerah kita tidak juga berkembang. Tulisan ini juga tidak bermaksud menyindir pihak tertentu tapi lebih kepada mengajak semua masyarakat Petalangan untuk berpikir lebih rasional. Terimakasih mohon maaf jika memang ada hal dan kata-kata yang menyinggung.

Posting Komentar

0 Komentar