Slogan

Slogan

Kembang Desa Yang Kembali Mekar





Gadis cantik berpostur tinggi semampai dan berkulit kuning langsat itu mengayunkan langkah kakinya dengan mantap menuju masjid di kampungnya, sebuah desa kecil yang terletak di kaki gunung Muria. Sepanjang perjalanan menuju masjid, siapapun yang berpapasan dengannya pasti tersenyum ramah menyapanya. Seolah-olah mereka merasa rugi jika sampai tak mendapat balasan senyuman manis dari sang gadis.

Sungguh, sang gadis memang begitu mempesona. Penampilannya yang sederhana dan bersahaja sebagai seorang giru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dikampungnya, tak sedikit pun mengurangi kecantikannya. Ibarat bunga, kumbang pun bersaing untuk dapat menghisap madunya. Tak ada satu pun pemuda dikampung itu yang tidak menaruh hati padanya. Mereka berlomba-lomba untuk menarik perhatiannya. Mereka berharap bahwa dirinyalah yang akan dipilih oleh ibu uztadzah cantik itu sebagai pasangan hidupnya.
Sungguh, ia benar-benar kembang desa dikampungnya. Entah kebetulan atau tidak, semua itu pas sekali dengan nama sang gadis, yaitu Wardah, yang berarti bunga mawar. Sayangnya harapan pemuda-pemuda itu tak bersambut. Kiranya hati gadis berusia 23 tahun itu telah tertambat pada seorang pemuda dari kampong sebelah yang bekerja sebagai seorang pemandu rombongan jamaah haji dan umrah di sebuah perjalanan haji dan umrah di Jakarta.
Sebelum menjadi seorang ustadzah, Wardah adalah seorang pramugari. Ya, hal itu sepadan dengan kecantikan parasnya. Tapi dua tahun yang lalu, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti. Padahal, profesi pramugari lebih menjanjikan bagi kehidupan ekonomi keluarganya. Terlebih lagi, profesi itu pula yang menjadi cita-citanya sejak kecil.
Ketika duduk dibangku SMP, ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mencari informasi dan pengetahuan tentang dunia penerbangan. Terlebih ketika hari libur, ia akan memanfaatkan waktu untuk menjelajahi internet yang ada didekat kantor kecamatan. Hal itu pula terus ia lakukan hingga duduk di bangku SMA.
Setelah tamat SMA, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta guna mengejar mimpinya menjadi pramugari. Kebetulan, ia diterima menjadi salah satu peserta didik disebuah lembaga pendidikan dan pelatihan pramugari. Orang tuanya yang merupakan salah satu orang kaya dikampunya karena terkenal sebagai tuan tanah pun rela menjual beberapa hektar dari sawahnya guna mewujudkan cita-cita dan mimpi besar dari putri bungsu kesayangannya itu.
Singkat cerita, setelah mengikuti pendidikan pramugari selama beberapa bulan, ia pun lulus menjadi pramugari. Prestasinya yang baik selama pendidikan, ditambah lagi dengan parasnya yang rupawan, mengantarkannya diterima untuk magang selama 6 bulan pada sebuah perusahaan penerbangan plat merah di Jakarta. Lepas dari magang selama 6 bulan, ia langsung diangkat sebagai karyawati tetap di perusahaan tersebut. Kini, terwujudlah sudah apa yang dicita-citakan Wardah sejak kecil.
Di perusahaan tersebut, karier Wardah terus menanjak. Ia yang hanya semula hanya menjadi pramugari untuk penerbangan antarkota dalam negeri, dua tahun kemudian terpilih dan dipromosikan sebagai pramugari yang bertugas untuk penerbangan luar negri (internasional), khususnya untuk rute penerbangan Jakarta-Belanda.
Sejak saat itu, uangnya melimpah ruah. Tak ada yang tahu pasti berapa gajinya di perusahaan. Yang orang-orang kampungnya tahu, uang Wardah itu seperti air yang terus mengalir tiada habisnya. Tahun kemaren, ia membeli 2 hektar sawah di kampungnya, tahun ini ia kembali membuat warga kampong terbelalak karena ia baru saja membeli tanah seluas 300m2 di tengah-tengah kampung, yang letak tanah itu sangatlah strategis karena berada di pinggir jalan raya. Tahun berikutnya, ia seolah kembali membuat sensasi dengan membelikan 1 unit mobil baru, Honda Jazz untuk orang tuanya.
Karier wardah semakin menanjak. Setelah satu tahun bekerja, ia terpilih sebagai karyawati terbaik bersama beberapa karyawan terbaik lainnya. Ia mendapat doorprize berupa hadiah uang jutaan rupiah dan paket perjalanan ibadah umrah. Hal itu sudah menjadi keputusan dari direksi perusahaan, yaitu bagi karyawan-karyawati terbaik akan mendapat reward.
Sebenarnya Wardah enggan menerima hadiah paket perjalanan ibadah umrah itu. Entah mengapa ia tidak suka hadiah itu, seolah-olah ada yang mengganjal dalam hatinya. Namun, karena hal itu sudah menjadi keputusan perusahaan, akhirnya ia menerima hadiah itu.
Sesuai waktu yang telah ditentukan, dua bulan sebelum bulan suci Ramadhan tahun 2011 tiba, yakni sekitar bulan juni 2011, Wardah dan rombongan pun terbang ketanah suci untuk menunaikan ibadah umrah. Tidak seperti karyawan lain yang tampak sangat antusias dan khusyuk untuk memulai ibadah umrah, selama penerbangan menuju tanah suci, Wardah terlihat gugup dan gelisah.
Setelah sekitar 9 jam perjalanan, akhirnya pesawatnya landing di bendara internasional Jeddah. Wardah dan rombongan jamaah pun di jemput oleh sebuah bus menuju Madinah. Anggota rombongan satu per satu turun dari bus setelah mereka sampai di tanah haram Madinah. Saat itulah terjadi kecelakaan tak terduga pada diri Wardah. Tanpa sebab yang jelas, saat baru saja turun dari bus, tiba-tiba Wardah terjatuh dan tak sadarkan diri. Seketika, kecemasan dan kepanikan pun melanda seluruh rombongan. Wardah pun kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, dengan ditemani oleh salah seorang petugas dari biro perjalanan haji dan umrah yang bernama Rafieq Muhib, seorang pemuda matang yang menempakkan kesalehan  dari pancaran wajahnya. Sementara, anggota rombongan yang lain diantar ke hotel tempat penginapan mereka.
Keadaan Wardah selama dirawat dirumah sakit Madinah tidak menunjukan perkembangan apa-apa. Ia tetap tak sadarkan diri. Atas intruksi dari kantor pusat Jakarta akhirnya Warda di pindahkan ke rumah sakit King Abdul Aziz, Jedah, untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Namun, berbagai upaya medis yang dilakukan tim dokter di rumah sakit tersebut tidak juga membuakan hasil. Tiga hari perawatan, tubuh Wardah tetap terbujur kaku dengan terus mengeluarkan keringat dingin.
Akhirnya memasuki hari ke empat, Wardah mulai tersadar dari komanya. Saat ia membuka mata, ia langsung memandang sekeliling ruangan. Tak ada siapa pun, kecuali seorang pemuda pemandu rombongan haji dan umrah yang bekerja sama dengan perusahaannya. Tiba-tiba ia terbangun dengan wajah yang pucat penuh kekuatan. Seketika itu pula, Wardah langsung memeluk tubuh pemuda itu sambil menangis terisak-isak.
“saya bertobat. Saya bertobat. Saya tidak akan melakunnya lagi,” teriak Wardah.
Sang pemuda begitu terkejut. Tiba-tiba saja wanita yang bukan mahramnya itu memeluknya. Tetapi ia membiarkannya saja, berharap itu bisa menenangkan hati Wardah.
Beberapa waktu kemudian Wardah mulai tampak tenang. Wajahnya tampak memerah saat menyadari bahwa dirinya sedang memeluk erat pemuda pemandu jamaah umrah yang tak dikenalnya itu. Suasana menjadi hening. Namun, suasana hening itu mulai cair ketika pemuda itu mulai bertanya, “kenapa mbak menangis?”
Kemudian, pemuda itu pun menceritakan perihal kondisi Warda selama koma. Warda begitu terkejut ketika mengetahui dirinya koma selama empat hari. Kembali ia mengisak tangis ketika mencoba mengingat kejadian selama koma.
“apa yang sebenarnya terjadi mbak? Apa kah ada yang salah dengan petranyaan saya?”
“tidak ada pertanyaan yang salah dengan pertanyaan mas, hanya saya teringat atas apa yang telah saya lihat selama koma. Mas, adakah pintu tobat masih terbuka untuk saya? Tanya wardah setelah menenangkan diri.
“mengapa mbak bertanya seperti itu? Apa yang sebenarnya telah mbak lihat selama koma?”
Sejenal Wardah terdiam. Ia tampak memperhatikan pemuda itu dalam-dalam. Ia ingin meyakinkan dirinya bahwa pemuda yang ada dihadapannya kini bisa dipercaya. Saat itu lah ia baru menyadari kalau pemuda itu cukup tanpan dan berwibawa. Hati Wardah yang sedang dilanda kegelisahan seolah mendapat siraman kesejukan saat memandang keteduhan wajah sipemuda. Karena itulah, akhirnya Wardah menceritakan apa yang telah ia lihat selama koma.
Ia seperti berada disuatu tempat yang sangat panas dan penuh dengan api yang menyala-nyala. Api itu menyambar rambutnya yang selama ini dibanggakan keindahannya. Kemudian, api itu menjalar membakar seluruh tubuhnya. Dari rambut, wajah, leher, dada, perut, pinggang, hingga ke ujung kakinya. Saat itulah tubuhnya meleleh seperti plastic yang terbakar api. Ia merasakan sakit yang luar biasa.
“mas, saya yakin itu adalah gambaran azab neraka. Mungkin karena besarnya dosa-dosa yang telah saya lakukan. Mas, apakah pintu tobat masih terbuka untuk saya?”
“mbak, Allah itu maha pengasih maha penyayang. Rahmat dan ampunan-Nya lebih luas dari langit dan bumi. Asalkan mbak mau bertobat dengan tobat yang sebenar-benarnya, pasti Allah akan menerima tobat mbak, sambung sang pemuda.
“tapi dosa saya lebih besar dan luas dari langit dan bumi, mas. Sungguh selama menjalani profesi saya sebagai pramugari, saya telah melakukan perbuatan kotor dan nista dengan pilot saya. Saya tergoda oleh rayuan manis dan limpahan materi yang ditawarkan. Masihkah orang seperti saya mendapat ampunan-Nya?”
Pemuda itu tampak terkejut, ia tak menduga kalau gadis yang akan dipandunya itu tanpa malu-malu bercerita tentang masa lalunya. Meskipun begitu si pemuda tetap bersikap tenang.
“mbak, rahmat Allah itu seluas kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Asalkan mbak benar-benar bertobat kepada-Nya, insyaAllah Dia akan mengampuni seluruh dosa mbak.”
Dua hari setelah tersadar dan melalui serangkaian pemeriksaan medis dan tim dokter, Warda dinyatakan sembuh total. Ia pun kemudian melaksanakan ibadah umrah di bawah bimbingan Rafieq Muhib, pemuda pemandu umrah yang dengan setia menungguinya selama koma.
Selama menjalankan ibadah umrah dibawah bimbingan Rafieq, Wardah tampak khusuk sekali menjalankannya. Air matanya selalu mengalir deras dari kelopak matanya. Kiranya penyesalan yang mendalam atas segala dosa yang telah ia lakukan begitu menggerus hatinya, sehingga yang tersisa adalah harapan bahwa sekiranya Allah akan berkenan menerima tobat dan mengampuni dosa-dosanya.
Singkat cerita, setelah pelaksanaan umrah, perubahan terjadi pada diri Wardah. Ia merasa dirinya seolah terlahir kembali. Kiranya perjalanan ibadah umrah itu menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan dalam hidupnya. Beberapa hari kemudian, setibanya Wardah di Jakarta, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Kini Wardah kembali tinggal dikampungnya dan memperdalam ilmu agamanya, sinaran dan pancaran kembang desa dari dalam diri wardah kini kembali memancarkan sinarnya dengan pribadi nan cantik lahir dan batin.
Ref: kisah-kisah tentang indahnya dosa yang terampuni dan doa yang terkabul (ajalmu tidak menunggu tobatmu). El-Sutha S.H



Posting Komentar

1 Komentar

  1. 1xbet - Best Bet in 1xBet - Download or Install for Android
    1xbet is the best jancasino.com betting communitykhabar app in the world 1xbet 먹튀 created for esports. It is a one of the safest and https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ most trusted names among players. It offers gri-go.com a user friendly interface

    BalasHapus