Berbicara
tentang Riau, maka kita harus berbicara tentang Melayu. Akan sangat sulit
sekali bahkan sama sekali tidak bisa setiap orang yang berbicara tentang Riau
tanpa harus berbicara tentang Melayu. Adat dan kebudayaan Melayu sudah menjadi
identitas Riau sejak dahulu sampai hari ini. Sama halnya dengan adat dan
kebudayaan lainnya di Nusantara ini, Melayu juga memiliki identitasnya yang menjadi
ciri khasnya tersendiri yakni Tunjuk Ajar Melayu.
Tunjuk Ajar Melayu Merupakan kata-kata petuah atau amanah
yang biasanya disampaikan oleh orang-orang tua Melayu kepada anak atau generasi
mudanya. Tunjuk Ajar Melayu yang diberikan mengandung berbagai macam nilai
luhur yang dapat dijadikan pedoman dan bekalan hidup, yang serat dengan
nilai-nilai luhur agama dan budaya yang islami. Nilai-nilai inilah yang apabila
sudah dicerna dan dihayati, serta diamalkan dengan bersungguh hati, akan
menjadikan “jati diri ke-melayu-an”.
Oleh sebab itu akan menjadikan setiap manusia akan menjadi “orang”. Yaitu menjadi manusia yang terpuji, handal, terbilang,
piawai, arif dan bijak, berilmu pengetahuan, berwawasan luas dan berbudi mulia,
yang memiliki harkat dan martabat, tuah dan marwah, yang akan mendatangkan
kesejahteraan lahiriah dan batiniah dalam kehidupan berumah tangga,
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Orang tua-tua Melayu mengingatkan
keluarga, kaum, dan bangsanya supaya selalu mendengar dan memahami Tunjuk Ajar
yang mereka warisi turun temurun untuk menjadi pegangan dan pedoman dalam hidup
dan kehidupannya. Dalam ungkapan dikatakan Tunjuk Ajar Melayu dikatakan
(Effendy,
2013):
“Yang
disebut tunjuk ajar ialah:
Menunjuk
kepada yang elok,
Mengajar
kepada yang benar,
Mendidik
kepada yang baik,
Member petuah kepada yang
berfaedah,
Member nasehat kepada yang
bermanfaat,
Memberi
ilmu pada yang sejudu,
Member
contoh pada yang senonoh,
Member
teladan pada yang sepadan”.
Mungkin
banyak orang yang apabila disebutkan ketelinganya orang Melayu, maka yang
terlintas didalam pikiran mereka adalah orang-orang yang ramah tamah, sopan
santun, lemah lembut dan lain sebagainya. Namun jika ditanyakan kepada mereka
mengapa orang Melayu bisa memiliki kepribadian dan kesantunan itu maka sedikit
diantaranya yang tahu akan jawaban yang sebenarnya. Kesantunan seorang Melayu itu
sendiri akan dibentuk sejak kecil dengan didikan yang islami dengan Tunjuk Ajar
orang tua kepada anaknya.
Seiring
dengan perkembangan zaman, Tunjuk Ajar sudah sangat jarang sekali
diperdengarkan kepada generasi muda. Hal ini membuat rusak dan menurunnya nilai
moral generasi muda. Bisa dibandingkan bagaimana cara bicara generasi muda
zaman dahulu yang dididik Tunjuk Ajar dengan generasi sekarang yang tidak lagi
mengenal Tunjuk Ajar. Tunuk Ajar Melayu sarat dengan pesan-pesan moral, maka
seharusnya Tunjuk Ajar itu sangatlah penting dizaman sekarang yang penuh dengan
kemunduran moral dari generasi muda.
Penerapan
Tunuk Ajar dalam dunia pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar sampai
perguruan tinggi menjadi satu hal yang wajib dilakukan pemerintah saat ini. Hal
ini bukan lah sekedar opini tanpa dasar. Pemikiran ini berdasarkan penjelasan
yang kuat seperti diatas. Untuk menciptakan generasi yang berakhlak dan bermoral
harus dididik dari kecil sampai besar. Pembentukan generasi yang handal dan
bermoral juga bukanlah satu perkara muda dan lansung jadi tetapi butuh proses
yang lama dan cara yang benar. Maka salah satu cara terbaik untuk melahirkan
generasi Riau yang handal dan bermoral adalah dengan penerapan Tunjuk Ajar
Melayu dalam dunia pendidikan dan dalam kehidupan sehari-hari.

0 Komentar