Slogan

Slogan

Anak Gadis dan Air Mineral “Do Not Accept Seal Is Broken”



Do not accept seal is broken satu kalimat dalam bahasa asing yang sering kita baca pada kemasan makanan atau minuman yang diproduksi perusahaan untuk dipasarkan kepada konsumen. Secara harpiah kalimat ini berarti peringatan kepada calon konsumen agar tidak membeli dan menerima barang kemasan tersebut apa bila segel yang diberikan perusahaan sudah rusak atau tidak bagus lagi. Hal ini dilakukan produsen untuk melindungi hak konsumen dan menghindari kerugian konsumen baik moril maupun material. Bagitulah komitmen produsen untuk menjamin kepuasan konsumen terhadap barangnya. Salah satu barang kemasan yang biasanya mencantumkan kalimat peringatan ini adalah produk air mineral.

Jika produk air mineral yang harganya lebih kurang lima ribu rupiah saja tidak boleh diterima jika segelnya rusak, lalu bagai mana jika segel anak gadis yang rusak?. Anak gadis yang dilahirkan seorang ibu dan dibesarkan dengan kasih sayang oleh kedua orang tuanya serta sanak saudaranya tentulah jauh lebih mahal dan berharga jika dibandingkan dengan satu produk air mineral.
Anak gadis perempuan dan anak lajang laki-laki bisa diperumpamaan bagaikan buah mentimun dan buah durian. Dalam kondisi apa pun buah mentimun tidak akan pernah menang dan untung melawan durian. Jika mentimun menimpa durian maka mentimun akan koyak dan tertancap duri, jika durian yang menimpa maka mentimun akan hancur lebur. Begitu juga dengan anak perempuan dan anak laki-laki. Maka dari itu harus dan sudah wajiblah kiranya bagi setiap manusia anak cucu adam yang merasa perempuan untuk selalu berhati-hati dan menjaga pergaulannya dengan laki-laki.
Jika tersalah langkah dimasa yang lalu tentu sudah menjadi masalalu yang tidak bisa diperbaiki dan disesali. Namun untuk masa depan tentu masih ada harapan yang lebih baik. Banyak anak perempuan yang rusak bermula dari pacaran dan pergaulan bebas dengan berkiblat kepada pergaulan anak remaja yang ditonton diacara sinetron televisi. Banyak sinetron yang disiarkan ditelevisi yang menampilkan pergaulan bebas dengan doktrin seolah-olah pacaran yang berujung seks bebas adalah satu model kehidupan modern yang harus diikuti oleh semua remaja agar tidak ketinggalan zaman.
Ada juga satu anggapan dan sugesti yang diberikan kepada anak gadis dengan pacaran dan seks bebas adalah satu cara untuk membuktikan cinta dan kasih sayang terhadap pasangannya. Atas nama “cinta” ini lah banyak anak gadis yang “menyerahkan” kesuciannya. Pada hal semua itu hanya lah propaganda berupa rayuan dan gombalan. Secara psikologis tidak ada cinta sejati dalam hubungan tak resmi tersubut tanpa adanya dasar nafsu dan sahwat. Seorang pekerja seks komersial hanya mau melakukan hubungan jika dia dibayar, lalu bagaimana yang melakukan tersebut hanya dengan modal kata-kata dan rayuan atas nama cinta, lalu mana yang lebih terhormat? waulahhualam
Cinta dan rasa kasih sayang dalam ajaran Islam adalah fitrahnya manusia. Semua manusia memiliki rasa tersebut untuk saling menyayani satu sama lainnya. Tapi rasa itu haruslah dimanajemen dan ditempatkan pada tempat yang seharusnya dan tentu tidak melanggar hokum yang berlaku. Cinta dan kasih sayang juga tidak bisa dijadikan dasar dan landasan untuk bermaksiat dan merusak kesucian karena cinta itu saling menjaga tidak saling merusak satu sama lain dan itulah fitrahnya cinta.
Jika segel air mineral yang harganya lima ribu rupiah saja dijaga, lalu bagai mana dengan segel anak gadis? Jika segel air mineral rusak tidak mau diterima orang, lalu bagaimana dengan segel anak gadis yang rusak? Banyak hal yang bisa dilakukan para remaja putri untuk menjaganya, diantaranya:
1.      Belajar dari lingkungan
“Alam takambang manjdi guru” ya, itu la pepatah adat mengatakan bahwa sebaik-baiknya tempat belajar adalah pada lingkungan sekitar. Remaja putri bisa belajar bagaimana kakak atau abang yang ada disekitarnya yang telah “terjerumus” kedalam lembah penyesalan. Bisa dilihat bagai mana kehidupan mereka sekarang. Apa kah bahagia atau malah sebaliknya. Jika secara pribadi saya melihat sahabat, kawan dan sanak saudara yang menikah dengan pasangan karena eksiden banyak yang berujung pada perpisahan. Hal ini bisa dijadikan contoh oleh yang belum melakukan dan terjerumus sebagai pelajaran yang bisa dipikirkan terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh.
2.      Fokus terhadap masa depan
Setiap orang punya masa depan, tapi tentu saja masa depan seseorang sangat dipengaruhi oleh masa lalunya. Freud seorang tokoh psikologi pencetus teori psikoanalisa mengatakan manusia yang sekarang adalah produk masa lalunya. Artinya, untuk melihat bagai mana masa lalu seseorang maka lihatlah dia yang sekarang karena dia yang sekarang adalah bentukan dari masa lalunya. Jika saat ini sudah dirusak dengan maksiat, lalu bagaimana dengan masa depannya? Maka dengan fokus mengejar masa depan dan menghidari pergaulan bebas merupakan pilihan hidup terbaik.
3.      Berkawan dengan orang baik
Untuk melihat siapa seseorang itu, maka lihatlah siapa kawannya. Hal ini karena kawan dan teman sebaya sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seorang remaja. Pepatah orang tua mengatakan berkawan dengan tukang minyak dapat wanginya, berkawan dengan tukan besi dapat bau asapnya. Berkawan dengan orang baik disini bukan berarti kita memilih-milih kawan. Kita boleh berkawan dengan siapa saja tapi ada batasannya. Jika kawan tersebut mengajak kita kearah yang baik maka kita wajib mengikutinya tapi jika kearah yang salah kita harus menghindarinya.
Demikianlah tulisan ini saya buat. Ini semua bukan berarti saya lebih suci dan lebih baik dari pada sahabat semuanya. Bisa jadi saya jauh lebih hina dari sahabat semuanya. Hal ini hanyalah sekedar menjalan perintah Allah dalam surah Al-Asr ayat ke-3 yakni tentang saling sehat menasehati dan saling memperingati.

Posting Komentar

0 Komentar