Seringkali kita
membicarakan orang yang kita cintai atau hormati atau yang telah berpisah
dengan kita. Kita ingat segala kebaikannya dan tidak ketinggalan pula kita
membicarakan kelemahannya. Perangainya yang halus, hatinya yang suci, sikapnya
yang jujur, perkataannya yang teratur dan budinya yang mulia. Semua kumpulan itulah yang membentuk
suatu pribadi. Lemah atau kuat, berlebih atau berkurang dari segala yang
disebutkan itu dialah yang menentukan mutu seseorang.
Dua puluh ekor kerbau
yang sama gemuk, sama kuat, dan sama pula kepandaiannya menarik pedati, tentu
harganya tidak jauh berbeda. Akan tetapi, dua puluh manusia yang sama tinggi
dan sama kuat belum tentu sama harganya. Sebab bagi kerbau tubuhnya saja yang
berharga, bagi manusia yang berharga adalah pribadinya.
Lalu
bagaimana caranya mengutkan pribadi itu? Dikutip dari buku Pribadi Hebat karya
Buya Hamka ada lima hal yang bisa mengutkan pribadi tersebut.
1. Memiliki
tujuan
Jelaskanlah
batas tujuan, jangan menerawang dan tentukan garis jalan yang akan kita lalui
untuk mencapai tujuan itu. Jika jelas kemana tujuan dan jalannya tentu kita
akan sampai. Tidak ada orang yang sampai dengan tiba-tiba pada suatu tempat.
Hidup hanya sekali dan tidak ada pengulangan hidup didunia ini maka betapah
sangat ruginya kita jika hidup yang sekali dan sangat sebentar ini diisi dengan
keraguan dan dengan kerja tidak tentu arah.
2. Keinginan
bekerja
Jika
tujuan sudah jelas dan nyata, maka harus ada keinginan dalam hati untuk
menghadapinya, jika tidak maka akan hanya menjadi sicebol merindukan bulan.
Keinginan dan kecintaan kepada pekerjaan menimbulkan beberapa kemajuan
diantaranya:
-
Menambah tinggi mutu pekerjaan
-
Menggiatkan dan memajukan yang
mengakibatkan tumbuhnya kegembiraan
-
Mendorong kita agar lebih kuat
melaksanakan sehingga menimbulkan inspirasi untuk menerobos segala pagar
kesulitan
3. Rasa
Wajib
Kewajiban
sejati yaitu sesuatu yang diperintah oleh hati sendiri bukan yang diperintahkan
orang lain. Memikul kewajiban yang bukan
kewajiban diri sendiri adalah menipu diri sendiri, menghabiskan usia sendiri
dan menjatuhkan pribadi. Kewajiban yang diperintahkan jiwa sendiri adalah
hakikat kejiwaan.
Emerson
mengatakan “manusia yang bekerja karena didorong rasa wajib akan gembira
mengerjakan pekerjakan”. Rasa wajib akan dengan sendirinya memaksa diri supaya
berjalan terus dan fokus.
4.
Pengaruh agama dan iman
Mempunyai
iman dan agama berpengaruh besar terhadap pembentukan pribadi. Sebanyak apapun
ilmu dan kepintaran tidak akan mendorong
cipta dan tidaklah akan berani menghadapi kewajiban jika iman tidak ada. Iman
adalah pokok kepercayaan kepada zat yang mahkuasa.
5.
Pengaruh sholat dan ibadah
Dalam
menempuh kehidupan kita selalu berjumpadengan jalan sulit yang tidak dapat
dipecahkan bagaimana kepercayaan kepada diri sendiri. Semakin lama semakin
terasa bahwa kekuatan manusia terbatas. Sholat dan ibadah adalah sumber
kekuatan yang sangat besar bagi pribadi. Dengan sholat, pribadi yang mulanya
lemah memperoleh kekuatan kembali.

0 Komentar