Slogan

Slogan

Generasi Mental Pencontek


Ujian dan mencontek merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan pendidikan baik formal maupun nonformal khususnya di Indonesia. Jika ada pihak yang membantah hal ini atau yang mencoba memisahkan antara sikap mencontek dan ujian ini sama dengan mempungkiri matahari terbit disiang hari. Ya begitulah adanya. Ujian dan mencontek sudah seperti kembar identik.
Pada mulanya saya berpikir mencontek hanya terjadi pada saat ujian dipendidikan formal seperti ujian nasional, ujian kenaikan kelas atau ujian sejenisnya. Ternyata saya salah, mencontek dan berusaha bertanya jawaban kekiri, kekanan dan depan-belakang saat ujian juga terjadi pada saat ujian nonformal seperti tes atau ujian ditempat kursus yang hanya ingin melihat kemampuan tanpa ada konsekuensi seperti tidak lulus atau tidak naik kelas. Beberapa waktu yang lalu saya sempat belajar kursus bahasa inggris disalah satu lembaga kursus. Pada akhir program kursus, saya dan teman-teman dites sejauh mana pemahaman kami terhadap pelajaran bahasa ingris. Saya melihat dan mengamati ada sebagaian dari teman saya berusaha mencontek dan bekerja sama. Saya sangat heran dan terkejut sekali. Apakah mereka tidak berpikir, kalau mereka datang jauh-jauh merantau untuk belajar bahasa inggris bukan untuk mendapatkan nilai. Kalau hanya ingin mendapatkan nilai dan sertifikat saya kira tidak perlu jauh-jauh kursus ketanah jawa bagi saya yang orang sumatera ini. Menurut saya secara pribadi, percuma saja mendapatkan nilai yang baik yang tertulis indah dilembaran sertifikat namun hasil mencontek. Sementara kemampuan dasar yang dimiliki yang tertulis dikepalanya jauh lebih rendah.
            Tulisan ini saya buat bukan berarti saya orang yang suci dari mencontek. Tulisan ini juga dibuat bukan untuk menyinggung orang lain tapi ini semua hanya ungkapan kegelisahan sebagai generasi muda Indonesia. Bisa kita bayangkan bagaimana jadinya kualitas generasi kita jika hanya untuk ujian ditempat kursus saja sudah mencontek apalagi ujian sekolah. Ini semua tentu sangat berbahaya bagi mental juang dan semangat jiwa generasi muda dan bisa dibayangkan juga bagaimana kualitas generasi kita kedepan.
Jika ada yang bertanya kepada saya, apakah saya pernah mencontek?. Saya menjawab pernah. Terakhir kali saya mencontek itu ketika ujian semester dua dikampus dulu. Semenjak itu sampai sekarang saya tidak pernah lagi mencontek lagi melakukannya. Ini bukan berarti saya suci tapi ini hanya sekedar prinsip. Saya mulai menyadari dan menemukan prinsip hidup saya. Hidup ini bukan hanya sekedar nilai yang tertulis dikertas tapi yang terpenting itu adalah nilai yang tertulis dikepala. Nilai yang tertulis dikertas akan hilang termakan waktu, terbakar atau hilang namun nilai yang tertulis dikepala akan abadi sepanjang masa. Mohon maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung, tapi tulisan ini hanya sebagai wadah untuk menyalurkan kegelisahan pikiran penulis semata.

Posting Komentar

0 Komentar