Allah yang maha
pengasih lagi maha penyayang telah menciptakan makhluknya yang bernama manusia.
Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya diantara makhluk
ciptaan-Nya yang lain.
“Dan sesungguhnya telah kami muliakan
anak-anak Adam; Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka
rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang
sempurna atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan”. (QS.
al-Isra:70).
Allah menciptakan manusia dengan rahmat dan
kasih sayangnya. Manusia diberikan kemuliaan yang sangat luar biasa oleh Allah.
Manusia ditinggikan dari malaikat, jin, setan dan binatang. Allah memerintahkan
kepada malaikat yang suci untuk untuk sujud kepada manusia begitu juga dengan
iblis.
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfiman
kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka
apabila telah Ku-sempurnakan kejadiannya dan Ku-tiupkan ruh (ciptaan)-Ku, maka
hendaklah kamu tersungkur bersujud kepadanya”. (QS.
Shad:71-72).
Manusia juga dijadikan
sebagai khalifah dimuka buminya Allah.
Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman
kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di
muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engaku hendak menjadikan (khalifah) di
muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,
padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?”
Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu
ketahui.” (QS. al-Baqarah:30).
Begitu jelasnya Allah
menerangkan tentang kemuliaan manusia dalam Al Quran. Lalu apa yang sebenarnya
yang membuat manusia itu begitu istimewah dibandingkan dengan makhluk lainnya?
Salah satu kelebihan manusia itu adalah akal dan pikiran. Manusia diberikan
akal untuk berpikir. Sehingga manusia bisa membedakan mana yang baik dan yang
buruk, mana yang hak mana yang bukan, mana yang perintah dan mana yang
larangan. Namun jika akal dan pikiran manusia ini tidak dipergunakan oleh
manusia maka manusia itu akan lebih hina dari binatang sekalipun.
Manusia dengan akal
pikirannya diharapkan bisa berbuat banyak dan yang terbaik untuk kehidupannya
dimuka bumi ini. Namun demikian, banyak manusia yang yang gagal melakukan
tugasnya. Banyak manusia yang tidak bisa berbuat apa-apa karena kegagalan dalam
berpikir. Saya menyebutnya hal semacam ini dengan istilah “tatumbuk pamikihan”.
Jika pamikihan (pemikiran) manusia sudah tetumbuk (mentok tidak tau lagi harus
melakukan apa) maka pada hakekatnya manusia itu sudah mati. Banyak hal yang
membuat manusia mengalami pemikihan yang tetumbuk ini. Saya berpendapat,
beberapa hal yang bisa mebuat pemikihan manusia tetumbuk:
1.
Pengetahuan yang kurang dan rasa ingin
tahu yang besar
Rasa
ingin tahu yang besar akan sesuatu hal merupakan hal yang harus ada dalam
manusia yang “sehat”. Namun terkadang rasa ingin tahu yang besar ini terganjal
oleh pengetahuan yang tidak ada. Jika sudah seperti ini manusia yang tidak
“sehat” tidak akan tahu lagi berbuat apa karena pamikihannya sudah tetumbuk.
2.
Gagalnya adaptasi lingkungan
Manusia
yang sehat jika pemikihannya tetumbuk akan melakukan banyak usaha. Salah
satunya dengan cara bertanya pada orang disekitar lingkungannya. Namun manusia
yang tidak “sehat” tidak akan melakukan apa-apa kerena kegagalannya dalam beradaptasi
dengan baik terhadap lingkungannya membuat dia telah memupuk subur tumbuhnya
pemikihan yang tetumbuk itu sendiri.
3.
Akses informasi yang terbatas
Zaman
sekarang informasi sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. Namun
tidak semua orang bisa mengakses informasi dengan banyak dan cepat. Orang yang
ketinggalan informasi akan jauh berbeda pemikirannya dengan orang yang selalu
mendapatkan informasi. Untuk menyelesaikan setiap masalah perlu informasi.
Untuk melakukan sesuatu perlu informasi, untuk usaha perlu informasi, untuk
kerja perlu informasi, untuk ilmu pengetahuan perlu informasi. Sehingga orang
yang tidak mendapatkan akses informasi yang baik akan membuat pemikihannya
tetumbuk.
Tetumbuk
pamikihan sangat berbahaya. Maka dari itu setiap manusia harus menghidarinya
jika tidak ingin dikatakan orang mati sebelum mati. Kita sebagai manusi yang
sudah diberikan akal bisa mengatasi masalah pemikihan yang tetumbuk ini dengan
cara memperbanyak teman dan bersosialisai dengan baik dengan lingkungan sosial.

0 Komentar